Trimegah Bidik Rp 345,43 Miliar Dari Rights Issue

PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I atau rights issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 3,45 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, harga rights issue yang ditawarkan antara Rp80-Rp100 per saham. Total dana yang akan diraih dari hasil rights issue sebanyak-banyaknya sekitar Rp345,43 miliar.

Adapun jumlah saham baru yang ditawarkan dalam rights issue ini 48,59% dari jumlah saham Perseroan yang ditelah ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Bagi pemegang saham yang berhak namun tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru rights issue tersebut maka akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham/dilusi hingga maksimum sebesar 48,59%.

Setiap pemegang saham yang memiliki satu saham yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 15 Maret 2013 mempunyai satu HMETD. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk pembayaran pinjaman sub-ordinasi sebesar US$6 juta.

Advance Wealth Finance Ltd selaku pemegang 1,70 miliar saham perseroan akan melaksanakan haknya dalam rights issue. ini. Selain itu, Advance Wealth Finance Ltd juga akan bertindak sebagai pembeli siaga.

Perseroan mencatatkan rugi komprehensif mencapai Rp112,43 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,44 miliar. Pendapatan usaha perseroan turun menjadi Rp109,43 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp122,05 miliar.

Jadwal sementara masa rights issue tanggal efektif pada 1 Maret 2013, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 Maret 2013, dan pencatatan HMETD di BEI pada 19 Maret 2013.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham perseroan antara lain Morgan Stanley and Co sebesar 19,91%, Treasury sebesar 5,49%, Northern Trust Company sebesar 9,58%, Advance Wealth Finance Ltd sebesar 46,51%, Avi Dwipayana sebesar 0,20%, dan masyarakat sebesar 18,51%.

Penawaran umum terbatas/rights issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yaitu hak yang melekat pada saham yang memberikan kesempatan bagi pemegang saham yang bersangkutan untuk membeli efek baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain. (bani)

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…