PLTGU Belawan Sumut Normal, Pasokan Listrik Lancar

NERACA

Jakarta - Seiring selesainya pekerjaan perpanjangan usia pakai (life time extension) pada GT (gas turbine) 21 di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Belawan Sumatera Utara, pasokan listrik untuk wilayah Medan mulai teratasi. Pasca perbaikan tersebut, PLTGU Belawan GT21 kini mampu memasok listrik sebesar 145 megawatt atau meningkat sekira sekira 10-13 megawatt dari kapasitas sebelumnya.

Demikian disampaikan Managing Director PT. Mapna Indonesia Mohammad A. Bahalwan melalui siaran persnya. Menurut Mohammad, tambahan pasokan sekira 10-13 megawatt bisa menerangi sekira 13 ribu rumah di wilayah Medan dan sekitarnya.

“Dalam kontrak kerja, kami selaku pihak yang menerima pekerjaan perpanjangan usia pakai turbin gas nomor 21 atau biasa disebut GT 21 diharuskan mengembalikan fungsi kerja turbin gas ini agar bisa memasok listrik sebesar 131 megawatt. Nah, setelah dilakukan perbaikan Life Time Extension atau biasa disingkat LTE, ternyata kemampuan GT 21 untuk memasok listrik justru meningkat,” papar Mohammad A. Bahalwan.

Pekerjaan LTE turbin gas 21 ini, lanjut Mohammad, tidak lepas dari peran para tenaga ahli dari Indonesia dan Iran. Pengerjaannya dilakukan oleh konsorsium Mapna Co. dan PT. Nusantara Turbin dan Propulsi (NPT) yang tak lain adalah anak perusahaan PT. Dirgantara Indonesia.

Proses pengerjaannya diawasi langsung oleh tim dari PLN Medan yang dipimpin General Manager PT. PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU) Chris Leo Manggala. Pekerjaan LTE ini meliputi pemasokan suku cadang, pemeriksaan mesin, pemasangan suku cadang, hingga uji coba mesin setelah menjalani perawatan. Dari sisi waktu, pengerjaan LTE pada GT 21 berjalan lebih cepat dengan biaya lebih kompetitif namun tetap sesuai standar yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero).

Menurut Mohammad A. Bahalwan, pekerjaan perpanjangan usia pakai ini sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan mesin. Sesuai rekomendasi, turbin gas tipe Siemens V94.2 perlu diperbaiki setelah beroperasi 100 ribu jam atau setelah 12 tahun pengoperasian. Apabila tidak dilakukan LTE maka dalam waktu singkat turbin gas ini akan mengalami penuaan dan bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Berdasarkan catatan, PLTGU Belawan mulai beroperasi sejak 1995 silam. Karena itulah sejak 2007 lalu, satu per satu turbin gas yang beroperasi harus menjalani LTE.

Melalui siaran persnya, Mapna Co. juga membantah pemberitaan beberapa media massa yang menyebutkan PT. Mapna Co terlibat masalah dalam pengerjaan LTE pada GT 12. “Kami konfirmasikan bahwa berita tersebut sangat tidak berdasar dan tidak sesuai dengan kenyataan,” tegas Mohammad.

Menurut Mohammad, Mapna Co. sama sekali tidak terkait dengan pekerjaan LTE GT 12 di PLTGU Belawan Medan. Sebab, pihaknya hanya mengerjakan proyek pekerjaan LTE pada GT21. Klarifikasi ini, lanjut Mohammad, penting untuk disampaikan agar tidak menimbulkan kerancuan informasi kepada publik antara pekerjaan LTE pada GT 12 dengan pekerjaan sejenis pada GT 21. Ditegaskannya, pekerjaan LTE pada GT 12 dilaksanakan sepanjang 2007-2010 yang mana pada saat itu PT Mapna Indonesia belum beroperasi.

Dengan selesainya pekerjaan LTE pada gas turbin nomor 21 di PLTGU Belawan Sumut, paceklik pasokan listrik di Medan sudah bisa diatasi secara bertahap. Sejak 11 Januari 2013 lalu, gas turbin nomor 21 atau biasa disebut GT 21 di sentral PLTGU Belawan Sumut sudah beroperasi lagi dan dapat memasok listrik maksimum sebesar 145 megawatt. GT 21 sebelumnya dihentikan operasinya sejak 10 bulan yang lalu untuk menjalani LTE.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tunda Proyek Listrik 15.200 MW - PEMBANGUNAN LISTRIK EBT TERUS JALAN

Jakarta-Di tengah upaya mengendalikan tekanan defisit neraca transaksi perdagangan (current account deficit-CAD), pemerintah akhirnya resmi menunda sementara waktu pekerjaan sejumlah…

Jaga Harga Beras, Bulog Siapkan Pasokan

    NERACA   Jakarta - Perum Bulog siap melaksanakan arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menyediakan pasokan dalam rangka…

Pamerindo Gelar Pameran Listrik Cerdas dan Otomatisasi - Dukung Making Indonesia 4.0

Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan adopsi industri 4.0 dan manufaktur cerdas, Pamerindo Indonesia menggelar pameran perangkat cerdas untuk efisiensi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Revolusi Industri 4.0 Buka Peluang Dongkrak Keterampilan SDM

NERACA Jakarta – Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor manufaktur untuk memiliki keahlian…

RI dan Korsel Berkolaborasi Untuk Sukseskan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian RI dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Kemanusiaan, dan Ilmu Sosial atau National Research Council…

Penanaman Modal - Industri Korea Selatan Kuatkan Komitmen Investasi US$ 446 Juta

NERACA Jakarta – Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Komitmen…