Jamsostek Raup Laba Investasi Saham Rp4,21 Triliun

Tahun 2012

Jumat, 01/02/2013

NERACA

Bandung - PT Jamsostek (Persero) berhasil memperoleh keuntungan hasil investasi pada portofolio saham sebesar Rp4,21 triliun pada tahun 2012. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun 2012 sebesar Rp3,6 triliun.

“Yield on invesment (YOI) pada portofolio saham sebesar 17,25% dari target hanya 16%,” ujar Direktur Investasi Jamsostek Jeffry Haryadi di Bandung, kemarin. Menurut Jeffry, portofolio saham menyumbang 32% dari keseluruhan hasil investasi Jamsostek yang mencapai Rp13,2 triliun hingga akhir tahun 2012. Pencapaian tersebut lebih besar dibandingkan target total hasil investasi 2012 sebesar Rp12,17 triliun.

Jeffry mengatakan, kontribusi terbesar pada hasil investasi Jamsostek diperoleh dari portofolio obligasi yang mencapai Rp5,26 triliun atau 39,8% dari total hasil investasi 2012. Sedangkan portofolio deposito berhasil meraih keuntungan Rp2,7 triliun atau 20,55% dari total hasil investasi 2012. “Baik obliogasi maupun deposito hasilnya lebih dari target yang masing-masing sebesar Rp4,98 triliun dan Rp2,48 triliun,” jelasnya.

Untuk portofolio reksa dana, imbuh dia, sepanjang 2012 berhasil meraih keuntungan sebesar Rp906,836 miliar. Sementara investasi pada properti baru mencapai hasil Rp107,64 miliar dan investasi pada penyertaan modal berhasil meraih keuntungan Rp4,044 miliar.

Dia menambahkan dengan total hasil investasi sebesar Rp13,2 triliun, Jamsostek berhasil membagikan yield on investment (YOI) 2012 sebesar 10,82% kepada peserta. Angka tersebut lebih tinggi dari target RKAP 2012 sebesar 10,25%. “Tahun ini target YOI sebesar 10,48% dalam RKAP. Tetapi dalam kenyataannya kami akan genjot agar bisa lebih besar dari perolehan tahun lalu,” tegasnya.

Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya mengaku optimistis tahun ini hasil investasi Jamsostek akan lebih baik dari tahun lalu. Hal ini akan dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 6,3-6,5%, nilai tukar rupiah yang sebesar Rp9.300-9.500 per dolar AS dan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang diprediksi akan menembus 4.850-4.900 hingga akhir tahun ini serta perkiraan suku bunga bank yang sebesar 4%-5%.

“Faktor-faktor tersebut yang akan mempengaruhi investasi tahun ini,” jelasnya. Elvyn mengaku, sampai akhir tahun 2017 memasang target pertumbuhan aset Jamsostek bisa mencapai Rp277,6 triliun dengan kepesertaan tenaga kerja aktif 31,3 juta.

Hingga 2012 aset Jamsostek baru mencapai Rp129,7 triliun dan peserta aktif 10,9 juta pekerja. “Target tersebut tidak muluk karena transformasi sistem jaminan sosial nasional akan menimbulkan kesadaran akan hak normatif di kalangan pekerja, yakni menjadi peserta jaminan sosial,” katanya.

Menurut Elvyn, untuk mencapai target tersebut, Jamsostek telah mempersiapkan road map transformasi. Rencanya Jamsostek akan mengembangkan kantor wilayah, dari 8 kanwil menjadi 11, yakni di Riau, Banten, dan Ambon. Seiring dengan itu secara bertahap akan dibuka kantor layanan (outlet), kantor cabang pembantu, dan kantor cabang baru.

Pada semester pertama tahun ini akan dibuka 50 outlet di sejumlah provinsi hingga menjadi 497 kantor cabang pada tahun 2017. Saat ini, terdapat 128 kantor cabang. [kam]