WIKA Lepas 35% Saham di Wijaya Jabar Power

NERACA

Jakarta – Keseriusan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berbisnis energi, bertolak belakang dengan aksi korporasi perseroan yang melepas sebagian sahamnya di PT Wijaya Karya Jabar Power. Berdasarkan siaran pers perseroan di Jakarta, Kamis (31/1) kemarin, disebutkan WIKA melepas saham PT Wijaya Karya Jabar Power sebesar 35% atau setara 490 juta lembar saham pada 9 Januari 2013.

Perseroan melepas saham Wijaya Karya Jabar Power kepada PT Prima Citra Perdana dengan harga transaksi di atas harga nominal. Sebelumnya perseroan memiliki saham PT Wijaya Karya Jabar Power sebanyak 770 juta lembar saham atau 55% modal ditempatkan di Wijaya Karya Jabar Power dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham.

Setelah dilaksanakan penjualan saham tersebut, kepemilikan saham perseroan menjadi sebanyak 720 juta lembar saham atau setara 20% dengan dari modal disetor atau ditempatkan di Wijaya Karya Jabar Power. "Perseroan bukan lagi sebagai pemegang saham mayoritas di Wijaya Karya Jabar Power, dan laporan keuangan Wijaya Karya Jabar Power untuk tahun buku 2013 sudah tidak terkonsolidasi dengan laporan keuangan Perseroan, " kata Sekretaris perusahaan WIKA, Natal Argawan Pardede.

Sebagai informasi, WIKA menargetkan laba kotor sebesar Rp1,51 triliun di 2013 atau naik sebesar 26,23% dari target laba kotor tahun 2012 sebesar Rp1,19 triliun. Untuk laba usaha tahun 2013 diperkirakan mengalami kenaikan 27,98% dari tahun 2012 menjadi Rp1,24 triliun. Dengan demikian, laba bersih ditargetkan dapat mencapai Rp555,06 miliar atau naik 28,8% dari target 2012 sebesar Rp430,68 miliar.

Sementara hingga akhir tahun 2012, perseroan mencatat memperoleh kontrak baru sebesar Rp16,89 triliun yang berarti telah melampaui target 2012, yaitu Rp16,52 triliun. Khusus di Desember 2012, beberapa proyek yang telah didapat antara lain proyek pembangunan jalan akses jembatan Tayan senilai Rp74,24 miliar. Proyek pembangunan jaringan air baku kawasan bergas II senilai Rp94,59 miliar, proyek hanggar Narrow Body GMF senilai Rp444,5 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov DKI Lepas 26,25% Saham Delta Djakarta - Atas Nama Kepentingan Masyarakat

NERACA Jakarta – Komitmen pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk tidak berinvestasi yang tidak menyangkut pada kepentingan masyarakat dibuktikan dengan keseriusan…

WIKA Gedung Raih Order Book Rp 11,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kinerja positif dengan meraup order…

Ekonomi Jabar Triwulan I-2018 Tumbuh 6,02 Persen

Ekonomi Jabar Triwulan I-2018 Tumbuh 6,02 Persen  NERACA Bandung - Perekonomian Jawa Barat (Jabar) pada triwulan I-Tahun 2018 tumbuh 6,02…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…