Bersih-bersih Perabot Pasca Banjir

Jakarta dan banyak tempat lain masih dihantui banjir besar. Tahun ini hujan yang mendera Jakarta dan kiriman dari Bagor menyebabkan banjir yang dahsyat. Bahkan Istana Kepresidenan pun tak luput dari terjangan banjir. Banyak perabot dan peralatan yang kotor oleh lumpur, jamur, dan karat. Semua jika tak segera dibersihkan akan menimbulkan penyakit.

Pakailah sarung tangan plastik atau karet untuk menghindari masuknya kuman dan bakteri ke jari-jari tangan dan kuku saat hendak membersihkan perabot yang kotor dan berlumpur. Syukur ada sepatu bot panjang. Hal itu juga yang disarankan oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan AS (Environmental Protection Agency/EPA).

Membersihkan furnitur, bersihkan seluruh furnitur yang ada dan masih bisa dipakai. Khusus yang bernoda, olesi dengan mayonnaise tanpa rasa (plain) dengan lap lembut. Gosok dengan kuat dan berkali-kali, lalu keringkan dan kembali gosok dengan lap yang bersih.

Membersihkan karpet, siram dan bersihkan kedua sisi karpet dengan air bersih agar semua kotoran hilang. Dorong airnya dengan serokan karet . Lalu, cuci karpet dengan sampo bayi. Gosok dengan sikat sesuai alur atau serat karpet agar tak rusak. Lalu kembali siram dengan air bersih dan ulangi hingga air yang keluar dari karpet tampak bening. Baru karpet dijemur di bawah sinar matahari.

Kasur basah, jemur kasur hingga kering sambil pukul-pukul kasur dengan sapu agar keluar debu dan kotoran yang menempel dari kedua sisi, atas bawah. Setelah kasur kering betul, bersihkan noda-noda dan semprotkan desinfentan lalu jemur lagi. Agar nyaman, semprotkan juga sedikit pewangi.

Dinding dan lantai, gosok dinding dan lantai rumah yang kotor oleh air banjir dengan campuran dua sendok makan pemutih klorin untuk satu galon air hangat. (saksono)

BERITA TERKAIT

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian   NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin harap Rancangan Undang-undang (RUU)…

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti  NERACA Jakarta - Sektor properti diperkirakan banyak pengamat sedang dalam kondisi…

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti   NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia atau…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian

“Omnibus Law” dan “OSS” Diharapkan Percepat Pembangunan Hunian   NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin harap Rancangan Undang-undang (RUU)…

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti

Konsep ”Co-Living” Mulai Digemari Milenial di Tengah Lesunya Properti  NERACA Jakarta - Sektor properti diperkirakan banyak pengamat sedang dalam kondisi…

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti

Asosiasi Pengembang Sebut Corona Bisa Pengaruhi Properti   NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia atau…