Tahun Politik, Bank Syariah Mandiri Mantapkan IPO - Rencanakan Go Public di 2014

NERACA

Jakarta - Meskipun tahun 2014 adalah tahun politik, dimana banyak perusahaan menunda melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) lantaran kondisi politik. Rupanya tidak menjadi khawatiran bagi PT Bank Syariah Mandiri untuk memantapkan IPO di 2014.

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi mengatakan, pihak memprioritaskan IPO di 2014, “Kita rencanakan IPO di 2014, namun itu belum final karena saat ini masih dalam kajian, “katanya di Jakarta, Rabu (30/1).

Dia menuturkan, untuk aksi korporasi ini perseroan membidik dana sebesar Rp 1 triliun. Saat ini, angka rasio kecukupan modal (CAR) perseroan sudah 13,5% dengan total aset BSM mencapai Rp54,5 triliun. Berarti rasio kecukupan modal BSM sudah tercukupi.

Untuk tahun ini, BSM akan memperkuat pendanaan perusahaan dengan menyuntikan dana sebesar Rp500 miliar pada tahun ini. "Kita melihat perkembangan BSM terlebih dahulu. Jika akhir 2013 kinerja BSM baik kita akan tambah modal,”ungkapnya.

Sementara pesaingnya, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berencana menggelar penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal tahun 2013. Corporate Secretary Bank Muamalat Indonesia, Meitra N. Sari pernah bilang, pihaknya tengah melakukan kajian untuk melakukan penawaran saham perdana danakan menggunakan buku laporan keuangan Desember 2012, “Insya Allah tahun ini. Kita masih mengkaji untuk menentukan lembaga penunjang termasuk underwriternya, “katanya.

Dia berharap, perusahaannya menjadi perusahaan syariah pertama yang bisa melantai di bursa. Soal nilai saham yang dilepas, dirinya belum mau menyebutkan secara detail. Namun saat sudah mencapai tahap yang seharusnya dapat menarik investor.

Dia juga menyebutkan, bila dilihat dari sisi kecukupan modal, saat ini perusahaan mencatat memiliki aset sekitar Rp 40-45 triliun (unaudit), “Kalau IPO kan jelas akan ada penambahan modal, semoga tahun ini bisa terlaksana. Terlebih dengan beberapa penghargaan dari internasional yang diterima kami artinya kami sudah diterima sehingga pelaku pasar lebih tertarik kepada kami,”ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Direktorat Pengembangan Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Edy Setiadi mengharapkan penawaran perdana umum saham perdana dapat dilakukan jika perbankan tersebut sudah siap baik dari sisi permodalan maupun brandingnya.

Menurutnya, saat ini perbankan syariah belum siap untuk IPO, “Kalau pun ada kendala di permodalan diharapkan bank konvensional induk usahanya dulu saja yang mencarikan pendanaan di pasar modal. Sebab rasio keterkecukupan modalnya lebih kuat, daripada khawatir memberi sentimen negatif pasar modal,”tandasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Surya Fajar Capital Serap Dana IPO 67,33%

NERACA Jakarta - PT Surya Fajar Capital Tbk (SFAN) telah menyerap dana hasil initial public offering senilai Rp26,9 miliar atau…

Jokowi & Ekonomi Syariah

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Akhirnya usai sudah pergulatan politik nasional di tanah air kita  dan pada lima…

RI-Turki Sepakat Selesaikan Perjanjian Komprehensif Tahun Ini

NERACA Jakarta – Indonesia dan Turki sepakat menyelesaikan perjanjian komprehensif ekonomi atau Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) tahun 2019…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…