Nusa Konstruksi Bidik Kontrak Baru Rp 1,80 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), emiten konstruksi menargetkan nilai kontrak baru hingga Rp1,80 triliun pada tahun 2013, “DGIK menargetkan kontrak baru selama 2013 senilai Rp1,65 triliun- Rp1,80 triliun, atau meningkat sekitar10%-20% dibandingkan dengan target tahun lalu.”kata Sekretaris Perusahaan, Djohan Halim di Jakarta, Rabu (30/1).

Menurutnya, hal tersebut ditopang adanya kontrak lanjutan (carryover) dari proyek tahun lalu yang diperkirakan mencapai nilai Rp 1,3 triliun. Perseroan menargetkan pendapatan usaha akan tumbuh 10%-15% pada tahun 2013 dengan diselesaikannya proyek carryover tersebut, juga kontrak baru yang akan langsung dikerjakan tahun ini.

Dia mengatakan, di tahun 2012, DGIK menargetkan kontrak baru senilai Rp 1,5 triliun dan yang terealisasi jauh lebih besar, mencapai Rp 2,4 triliun. Hal tersebut didukung adanya beberapa tender konstruksi gedun yang dimenangkan perseroan, antara lain, hotel dan perkantoran.

Sementara pada sembilan bulan tahun 2012, pihaknya mencatat pendapatan usaha perseroan sebesar Rp839 miliar. “40% dari total pendapatan berasal dari pekerjaan jasa konstruksi gedung, dan 60% berasal dari pekerjaan-pekerjaan sipil.” ujarnya.

Proyek yang akan dikerjakan tahun ini, lanjut dia, yaitu yang tendernya baru saja dimenangkan akhir tahun 2012, antara lain Hotel Kempinski senilai Rp 305 miliar di Nusa Dua, Bali dan proyek Altira Business Park senilai Rp 150 miliar di Sunter, Jakarta.

Capex 2013

Untuk mendukung kinerja perseroan ke depan, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp70 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk sarana alat-alat berat dan konstruksi untuk mendukung proyeksi pendapatan usaha 2013 yang mengalami peningkatan hingga 20%. “Belanja modal tersebut akan disumbang dari dana kas internal dan perbankan seperti Bank Permata, Bank BCA dan BNI.” jelasnya.

Dia menambahkan, kinerja perseroan di tahun 2013 seiring dengan kondisi pasar dari industri properti dan konstruksi dalam negeri bertumbuh signifikan. Terlebih dengan adanya proyek master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan antara lain Runway Hasanudin Airport Makassar, Jembatan Kuok di Riau, dan pekerjaan tambang di Martabe, Sumatera Utara.

Asal tahu saja, hingga kuartal ketiga 2012, perseroan mencatatkan laba bersih mencapai Rp 37 miliar. Anak perusahaan turut berkontribusi terhadap laba bersih. Laba dari anak perusahaan yang bergerak dalam bidang properti, Duta Buana Permata tumbuh 186% mencapai Rp 16 miliar. Pada sisi pendapatan, perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 839 miliar. Nilai pendapatan ini tumbuh 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hingga kuartal ketiga 2012, 65% pendapatan berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan di Pulau Sumatra. Sebanyak 24% pendapatan berasal dari proyek yang berlokasi Pulau Jawa. Perusahaan juga mengerjakan berbagai proyek di wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang menjadi kontributor terhadap pendapatan. Sejauh ini, Nusa Konstruksi telah mengerjakan lebih dari 400 proyek gedung dan proyek infrastruktur, antara lain Bursa Efek Indonesia, Hotel dan Apartemen Dharmawangsa, Grand Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

Acset Optimis Target Kontrak Baru Tercapai - Realisasi Kontrak Baru 8,35%

NERACA Jakarta – Di triwulan tiga 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) berhasil mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 835 miliar…

LG Perkuat Dominasi Di Pasar Inverter - Luncurkan Produk Baru

      NERACA   Jakarta – PT LG Electronics Indonesia (LG) telah meluncurkan produk terbaru mereka AC LG Dual…

Pasar Menaruh Asa Indosat Bisa Raup Untung - Miliki Nahkoda Baru

NERACA Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi dan tuntutan membawa performance kinerja keuangan lebih baik atau catatkan untung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…