Tren Meningkat, Aglo Trading Jadi Fenomena - 14 Anggota Bursa Ajukan Izin

NERACA

Jakarta– Tingginya permintaan sistem algo trading di pasar modal, menjadi fenomena saat ini. Bahkan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan ada 14 anggota bursa yang telah mengajukan izin penggunaan sistem trasaksi nasabah berbasis algoritma/algo trading (automatic ordering).

Direktur Teknologi Informasi BEI Adikin Basirun mengatakan, permintaan sistem algo trading terus meningkat, “Selain itu, ada juga 10 anggota bursa yang tengah membangun sistem transaksi nasabah berbasis online (online trading),” katanya di Jakarta, Rabu (30/1).

Adikin menuturkan, sejauh ini pihaknya tidak memberikan himbauan kepada sekuritas yang akan menggunakan sistem algo trading. Pasalnya, hal itu merupakan pilihan dan pelayanan yang disediakan broker kepada nasabahnya untuk memperkecil dampak kegagalan transaksi. Sedangkan untuk anggota bursa yang mengajukan online trading, salah satu sekuritas yang tengah membangun sistem tersebut adalah PT BCA Securities.

Sebelumnya, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan pihaknya telah memproses peraturan mengenai sistem transaksi berbasis algoritma. Beleid itu nantinya akan menjadi panduan bagi anggota bursa yang akan menerapkan sistem transaksi secara langsung (direct market access) maupun berbasis algoritma.

Berdasarkan data BEI, saat ini ada 23 anggota bursa yang telah memiliki sistem DME dan berbasis algorotma. Rinciannya enam anggota bursa memiliki sistem DME, online trading dan automated trading, lima anggota bursa memiliki sistem DMA dan online trading, dua anggota bursa memiliki sistem online trading dan automated ordering, dan 10 anggota bursa memiliki sistem DMA dan automated ordering.

Uriep menambahkan mengatakan pihaknya telah mendapatkan mandat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuat peraturan bursa yang mengatur soal aplikasi sistem transaksi algoritma di anggota bursa. Selama ini aturan mengenai penggunaan sistem algoritma memang hanya sebatas panduan bagi anggota bursa yang akan meminta izin untuk menerapkan sistem tersebut saja.

“Bagi anggota bursa yang ingin menggunakan sistem transaksi berbasis algoritma dan DME, mereka akan meminta izin kepada kami lalu kami akan berikan panduan sistemnya. Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap sistem itu sebelum mengizinkan boleh atau tidaknya anggota bursa menggunakan sistem tersebut,” tambah Uriep.

Sistem algo trading atau automated trading adalah pengunaan program komputer untuk memasukkan pemesanan saham dengan berbasis algoritma. Sistem ini akan memutuskan waktu, jumlah dan harga saham yang ditransaksikan tanpa intervensi manusia.

Dengan menggunakan algo trading nasabah dapat melakukan pemesanan secara bertahap dan otomatis. Di satu sisi hal tersebut memang baik untuk efisiensi transaksi, namun di sisi lain jika tidak diimbangi oleh sistem teknologi informasi yang memadai maka dapat mempengaruhi pasar dan terjadi manipulasi transaksi (quote stuffing).(bani)

BERITA TERKAIT

Fitra Desak DPR Umumkan 32 Calon Anggota BPK

NERACA Jakarta-Anggota Komisi Keuangan DPR  Johnny G. Plate mengatakan, panitia seleksi belum akan membuka 32 nama calon anggota Badan Pemeriksa…

77 Peserta Lolos Seleksi Awal Calon Anggota Komisi Kejaksaan

77 Peserta Lolos Seleksi Awal Calon Anggota Komisi Kejaksaan NERACA Jakarta - Sebanyak 77 peserta lolos seleksi tahap awal untuk…

TRANSAKSI RIYAL MANDIRI SYARIAH MENINGKAT

Pegawai Mandiri Syariah (kiri) melayani calon jamaah haji yang menukarkan mata uang Riyal Arab Saudi (SAR) untuk kebutuhan di Tanah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…