Investor Wait And See, IHSG Masih Ada Ruang Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 13 poin berbarengan dengan menghijaunya bursa-bursa di regional. Laporan kinerja emiten yang rata-rata positif mendorong aksi beli investor. Tercatat IHSG ditutup menguat 13,945 poin (0,31%) ke level 4.452,975. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,492 poin (0,46%) ke level 761,139.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, beberapa emiten yang sudah mengeluarkan laporan kinerja keuangan akhir 2012 rata-rata positif. Hal ini mendorong aksi beli di saham-sahamnya, “Bursa Asia yang menguat cukup tinggi mendorong investor di dalam negeri aktif melakukan posisi beli terhadap beberapa saham domestik sehingga indeks BEI pada Rabu ini menguat," katanya di Jakarta, Rabu (30/1).

Dia menambahkan, proyeksi pelaku pasar terhadap kinerja keuangan emiten pada 2012 juga positif, kondisi itu menambah sentimen yang cukup baik bagi pergerakan IHSG BEI.

Dari eksternal, lanjutnya, bursa Eropa dan AS juga cenderung mengalami penguatan menyusul data laporan keuangan emiten di kawasan itu cenderung positif. Berikutnya, indeks BEI Kamis di prediksi masih memiliki ruang penguatan, namun saat ini investor masih "wait and see" terhadap data-data ekonomi yang akan dikeluarkan terutama dari AS dan Eropa.

Pada perdagangan Rabu kemarin, berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 158.468 kali pada volume 4,956 miliar lembar saham senilai Rp 5,218 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 112 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia berhasil bertahan di zona hijau tanpa masuk ke teritori negatif sama sekali menyusul pergerakan bursa saham AS yang cukup tinggi. Bursa saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjaka 2,3%.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.350 ke Rp 51.700, Fast Food (FAST) naik Rp 500 ke Rp 12.500, Indo Tambangraya (ITG) naik Rp 350 ke Rp 41.150, dan Centrin Online (CENT) naik Rp 310 ke Rp 1.570.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 15.550, Indosat (ISAT) turun Rp 200 ke Rp 6.800, dan Inovisi (INVS) turun Rp 200 ke Rp 7.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 8,160 poin (0,18%) ke level 4.447,190. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,952 poin (0,26%) ke level 759,599. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis. Posisi tertingginya yang dicapai ada di level 4.45,934. Untungnya, indeks berhasil menghindari zona merah hingga sesi siang.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 95.301 kali pada volume 2,759 miliar lembar saham senilai Rp 2,533 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 51.500, Centrin Online (CENT) naik Rp 210 ke Rp 1.470, Japfa (JPFA) naik Rp 200 ke Rp 6.950, dan Indo Tambangraya (ITG) naik Rp 200 ke Rp 41.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 19.900, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 19.750, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 21.500, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 15.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,94 poin atau 0,13% ke posisi 4.444,97. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,53 poin (0,20%) ke level 759,17, “Sejumlah perusahaan mulai merilis laporan kinerja keuangan periode 2012 diantaranya Bhakti Investama (BHIT) yang membukukan kenaikan laba bersih 178%, Global Mediacom (BMTR) sebesar 46%, dan Media Nusantara Citra (MNCN) sebesar 51%," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Menurut dia, emiten sektor perbankan juga siap melaporkan kinerja keuangannya dan akan diikuti oleh sejumlah perusahaan sektor lainnya. Karena itu, dia menyakini sektor perbankan, konsumer, semen, properti, dan konstruksi akan kembali membukukan kinerja yang baik dan akan menjadikan IHSG BEI dalam tren penguatan di bulan Februari.

Sementara Kepala riset e-Trading Securities Betrand Raynaldi menambahkan, indeks BEI diawal sempat diproyeksikan mengalami kenaikan dan mulai melanjutkan tren kenaikan jangka panjangnya, “Secara teknikal volume perdagangan akan mengalami peningkatan dan indeks BEI akan bergerak di kisaran 4.380-4.480 poin,”ungkapnya.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan besok yakni Bank Pan Indonesia (PNBN), Jasa Marga (JSMR), dan United Tractor (UNTR). Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng pada Rabu, dibuka menguat 217,38 poin (0,92%) ke level 23.872,55, indeks Nikkei-225 naik 126,29 poin (1,16%) ke level 10.993,01, dan Straits Times menguat 11,40 poin (0,35%) ke level 3.271,15. (bani)

BERITA TERKAIT

Mileneal Dominasi Investor Bursa di Kalbar

NERACA Pontinak – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, kaum mileneal di rentang usia18- 25 tahun mendominasi investor pasar modal di…

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Optimis Target 7000 Investor Tercapai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta optimistis mampu meraih target sebanyak 7.000 investor hingga akhir tahun ini seiring dengan berbagai…

Intikeramik Bidik Rights Issue Rp 463,8 Miliar

Cari modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) akan menawarkan sebanyak 3,86 miliar saham baru seri…

Adira Bagikan Hasil Sukuk Rp 7,77 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan hasil sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance…