Awal Mula Hadirnya e_Money

Pertama kali e_money diterapkan adalah di Jepang pada 2006 oleh NTT Docomo, salah satu provider telepon seluler di sana. NTT Docomo ketika itu meluncurkan layanan baru yang disebut Osaifu-Keitai atau mobile-phone wallet untuk berbagai macam transaksi. E_money atau electronic money adalah suatu produk keuangan stored value atau prepaid card (kartu prabayar). dalam bentuk elektronis. Dalam kartu itu terdapat chip yang dapat menyimpan data tentang jumlah uang dengan nominal tertentu dan terbatas. Di Indonesia, e_money baru diperkenalkan pada April 2007.

Layanan Osaifu-Keitai di Jepang yang bisa dinikmati para konsumennya adalah sebagai pengganti kartu identitas atau ID, tempat penyimpanan uang, pengganti kartu anggota belanja (member shop), sebagai kartu seluler (keitai credit), alat transaksi pembayaran ketika berbelanja, sebagai tiket langganan elektronik untuk kereta api, bus, juga pesawat terbang, maupun untuk berbelanja on-line (on-line shopping).

Jika dipakai, jumlah nominal uang dalam kartu itu akan berkurang. Agar dapat dipakai seterusnya, jumlah nominal uang itu harus diisi ulang hingga batas maksimal dana yang bisa disimpan. Kartu prabayar di sini tentu berbeda dengan kartu prabayar yang biasa digunakan untuk menyimpan pulsa telepon seluler (single purpose prepaid card).

Yang penting dan harus diingat konumen pemilik kartu prabayar asalkan dana yang tersedia mencukupi untuk melakukan pembayaran secara elektronis atau online. Kartu ini juga berbeda dengan alat pembayaran elektronis berbasis kartu seperti kartu debet dan kartu kredit. Kartu debet dan kartu kredit disebut juga kartu akses (access products).

Kartu debet dipakai untuk pembayaran atau menerima pembayaran. Dapat melakukan pembayaran untuki berbagai jenis transaksi (multi purposed card) dalam jumlah tertentu asal nominalnya mencukupi untuk melakukan pembayaran.

Sedangkan kartu kredit, sama dengan kartu debet, dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran sesuai dengan plafon yang ditetapkan oleh pihak bank penerbit. Jumlah transaksi pembayaran akan dicatat oleh bank penerbit dan pemilik kartu kreditnya diwajibkan untuk membayar sejumlah transaksi tersebut.

Khusus kartu kredit, biasanya, bank penerbit akan mengutip ongkos terhadap setiap transaksi pembayaran. Ongkos-ongkos itu berupa biaya administrasi maupun bunga kredit atau pinjaman. Bunga yang dibebankan terhadap pembayaran maupun tarik tunai atau pinjaman biasanya berbeda-beda. Ada kalanya, bank penerbit kartu kredit mengenakan bunga 0% untuk transaksi atas promosi satu produk baru. Tapi tak tertutup kemungkinan, bunga yang dipatok lebih besar dari bunga pinjaman di bank.

Keuntungan dari e_money adalah tidak harus menyiapkan uang tunai, proses transaksinya lebih singkat atau cepat karena tidak memerlukan otorisasi online, tapi cukup menggesek atau menempelkan ke alat pembaca atau sensor, terhindar dari risiko kesalahan hitung uang kembalian, sebab, transaksi dapat dilakukan dalam jumlah yang sekecil-kecilnya, termasuk dalam sen. (saksono)

BERITA TERKAIT

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

Aplikasi Terintegrasi PLB Diberlakukan Awal Tahun Depan

  NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan akan mulai memberlakukan secara penuh penggunaan sistem aplikasi Pemasukan…

Satu Distrik Meikarta Diserahterimakan Awal 2019

NERACA Jakarta - Penanganan kasus perizinan mega proyek properti Meikarta tak akan mempengaruhi proses pengerjaan proyek tersebut. Sampai saat ini,…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…