Kenapa TOEFL Jadi Begitu Penting?

Sabtu, 02/02/2013

Era perdagangan bebas menuntut kompetensi tinggi para pelakunya, termasuk dalam hal penguasaan bahasa asing.Melihat kondisi dimana negara-negara di dunia cenderung meningkatkan proteksi terhadap pasar dalam negeri akibat lesunya perekonomian dunia, maka peningkatankemampuan berbahasa Inggris melaluiTest of English as a Foreign Language(TOEFL) untuk para diplomat mutlak penting.

Oleh karena itu,Kementerian Perdagangan terus melatih kemampuan para diplomat yang akan diutus sebagai perwakilan Republik Indonesia (RI) dalam acara Konferensi Asian Pacific Economic Confederation (APEC) di Nusa Dua, Bali pada Oktober mendatang. Ini dilakukan agar kepentingan negara bisa disampaikan dengan baik dan benar kepada negara-negara lain yang hadir pada konfrensi APEC. Lantas, apa sih TOEFL itu sebenarnya sehingga dianggap begitu penting ? TOEFL atau Test of English as a Foreign Language sebenarnya adalah tes yang didesain untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris bagi bukan penutur asli atau yang bahasa ibunya (mother tongue) bukan Bahasa Inggris, singkatnya Tes Bahasa Inggris Khusus buat orang asing. Tes ini sebenarnya memiliki tujuan yang sangat khusus, tes ini hanya digunakan untuk mengetes kemampuan bahasa calon-calon mahasiswa asing yang hendak berkuliah di Universitas yang ada di Amerika maupunCanada. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, tes ini juga dijadikan syarat untuk melamar pekerjaan. TOEFL dikelola oleh Educational Testing Service (ETS), sebuah organisasi non-profit dari Amerika Serikat dan digunakan secara luas oleh universitas di Amerika dan Kanada.yang sertifikatnya diakui di ribuan institusi pendidikan dan industri di 90 negara.Mereka menyediakan tiga format tes dalam TOEFL, yaitucomputer based test(CBT),paper based test(PBT), daninternet based test(IBT). CBT adalah format tes yang paling sering dipergunakan banyak negara. Tes ini terdiri atas empat bagian yaitulistening(tes pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan penutur aslinya),reading(tes kemampuan membaca dalam bahasa Inggris),structure(tes kemmapuan struktur tata bahasa Inggris),danwriting(tes kemampuan menulis tentang suatu topik dalam bahasa Inggris).Standar nilai yang harus dicapai dalam CBT adalah 200-250. PBT merupakan format tes dalam bentuk kertas isian yang dijawab menggunakan pinsil 2B. PBT terdiri atas tiga bagian tes, yaknistructure and written expression(mengukur kadar kemampuan dalam mengenali bahasa Inggris sesuai standar penulisannya),listening comprehension(mengukur kemampuan pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan di wilayah Amerika Utara),danreading comprehension(mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris secara umum).Untuk PBT, skor minimalnya adalah 550. Sedangkan IBT merupakan format paling baru dalam TOEFL. IBT mirip dengan CBT, namun ditambah satu tes lainnya, yaitu speaking. Tes dengan standar nilai minimal antara 80-120 ini menguji kemampuan berbahasa Inggris secara lisan sesuai dengan pilihan topik yang ada.