Peningkatan Penelitian Dan Beasiswa Mutlak Diberikan

Agar Dapat Bersaing

Sabtu, 02/02/2013

Ruang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi bagi para mahasiswa penting diberikan kepada mahasiswa, sehingga nantinya tak lagi hanya terdapat sedikit mahasiswa yang mampu bersaing di kancah global.

NERACA

Salah satu kebijakan pemerintah untuk memastikan keberhasilan transformasi pembangunan ekonomi dan mengandalkan ekspor sumber daya alam mentah menjadi berbasis inovasi adalah dengan mendorong tumbuhnya minat terhadap penelitian generasi muda. Ironisnya, hingga kini jumlah peneliti sangat minim dibandingkan jumlah penduduk Indonesia, yaitu hanya 7.603 orang. sebagai perbandingan, di periode 1998-2000 saja Singapura memiliki 5.834 peneliti per 1 juta jiwa populasinya.

Untuk meningkatkan iklim penelitian di kalangan anak muda, Tanoto Foundation kembali menyelenggarakan Tanoto Student Research Award (TSRA), kompetisi penelitian ilmiah bagi himpunan mahasiswa yang telah bejalan sejak 2007 bersama dengan Institut Teknologi Bandung, yang telah menghasilkan berbagai penelitian ilmiah untuk kepentingan masyarakat luas. Sedangkan pada tahun lalu, yakni 2012, Tanoto Foundation kembali mengadakan TSRA yang pada saat itu Tanoto berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor.

Ketua Pengurus Tanoto Foundation, Sihol Aritonang menuturkan, selainbertujuan untuk menghasilkan inovator dan peneliti muda yang dapat memberikan karya-karya terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,penyelenggaraan TSRA juga dimaksudkan sebagai salah satu sarana pendukung visi pembangunan IPTEK 2025."TSRA diharapkan dapat mewujudkan IPTEK sebagai pendukung dan muatan utama produk nasional untuk peningkatan peradaban, kemandirian, dan kesejahteraan bangsa," tambahnya.

Dalam TSRA ini, ITB dan IPB memberlakukan proses yang sangat kompetitif. Dimulai dengan mengundang himpunan mahasiswa untuk menyusun proposal penelitian terkait dengan kebutuhan masyarakat. Himpunan mahasiswa yang lolos menjadi finalis mendapatkan dana penelitian untuk mengaplikasikan proposal penelitiannya dengan arahan dari dosen pembimbing selama 1 tahun. Pada tahap akhir, para finalis tersebut wajib mempesentasikan penelitiannya dihadapan dewan juri yang terdiri dari dosen ahli dan tim dari Tanoto Foundation.

Dari presentasi final yang telah diselenggarakan pada Desember 2012 lalu, telah terpilih juara utama dari IPB dengan judul proposal Eco-Electric Sprayer, Alat Semprot Pertanian dengan Sumber Listrik. Sedangkan dari ITB dengan judul proposal Formulasi Kosmetik Anti Kerut Microemulsi Natrium Askorbil Fosfat.

Ketua Dewan Juri TSRA ITB, Dr. Tri Desmana Rachmildha, S.T.,M.T mengatakan bahwa penyelenggaraan TSRA 2012 merupakan tahapan kedua kerjasama ITB dengan Tanoto Foundation. 5 tahun pertama penyelenggaraan menghasilkan tanggapan yang sangat baik sehingga ITB melanjutkan kerjasama kompetisi.“Bahkan, hasil-hasil penelitian dari kompetisi TSRA terdahulu banyak yang sudah dikembangkan serta memperoleh penghargaan bergengsi di skala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kompetisi TSRA dengan IPB yang dimulai tahun 2012 lalu juga memperoleh animo yang sangat baik dari para himpunan mahasiswa. Tercatat 435 proposal yang mendaftar ikut kompetisi TSRA perdana ini dan disaring menjadi 27 proposal terbaik yang diberi dana penelitian.

“Era globalisasi informasi dan teknologi seperti saat ini dan kedepan, kreativitas dan inovasi memainkan peranan besar mendorong daya saing bangsa dalam pertarungan global. Oleh karena itu, besarnya animo mahasiswa dalam berkompetisi dalam ajang TSRA yang diselenggarakan Tanoto Foundation sangat mengembirakan kami,” imbuh Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Dr. Ir. Radite P.A Setiawan M.Agr.

National Champion Scholarship

Demi mewujudkan pendidikan berkualitas bagi para pemuda berprestasi dan berjiwa kepemimpinan, Tanoto Foundation kembali membuka pendaftaran National Champion Scholarship tahun 2013/2014 bagi mahasiswa S-1 dan S-2 yang memiliki keterbatasan finansial.

Beasiswa Tanoto Foundation ini meliputi biaya kuliah setiap smester sampai Rp 3 juta untuk jenjang S-1 dan Rp 15 juta untuk jenjang S-2. Penerima beasiswa juga akan menerima tunjangan bulanan Rp 500 ribu untuk S-1 dan Rp1,2 juta untuk S-2. Uniknya, selain biaya kuliah dan uang saku, penerima beasiswa juga akan mendapatkan beragam keistimewaan seperti program pembekalan, konseling, magang diperusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Tanoto Foundation, serta program networking tahunan pada Tanoto Scholars Gathering.

Beasiswa S-1 akan diberikan kepada 200 mahasiswa berprestasi dari 7 universitas negeri mitra Tanoto Foundation, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Jambi (UNJA), Unoversitas Riau (UNRI), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Sedangkan untuk beasiswa S-2 akan diberikan kepada 30 mahasiswa berprestasi di IPB, ITB, UGM, dan UI.