SD 01 Tebet Timur, Target Pertama BPOM - Kampanye PJAS

Sekolah Dasar Negeri Tebet Timur 01 Pagi menjadi target pertama Badan POM dalam roadshow Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), degan tema “Sehatnya Duniaku-Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas” di awal tahun 2013 ini.

Murid, guru, orang tua murid dan pedagang SDN Tebet Timur 01 Pagi diajak Badan POM untuk belajar bersama mengenai keamanan pangan melalui sosialisasi e-learning, video edukasi dan permainan interaktif agar mereka lebih memahami pentingnya jajanan anak sehat.

Selain SDN Tebet Timur 01 Pagi masih ada 49 SD lainnya di Jakarta dan Bandung yang akan dikunjungi Badan POM dalam kegiatan Kampanye PJAS.

Kampanye PJAS “Sehatnya Duniaku-Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas” merupakan rangkaian acara yang dilaksanakan Badan POM dalam menyukseskan Aksi Nasional PJAS 2013.

Selain mengunjungi sekolah dasar, kampanye PJAS juga dilaksanakan melalui lokakarya guru dan media, audit piagam bintang keamanan pangan di kantin sekolah, Big Bang event PJAS, dan komunikasi, informasi serta edukasi di media massa.

Rencana Aksi Nasional PJAS yang dicanangkan Wakil Presiden Indonesia pada tanggal 31 Januari 2011 bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mutu dan gizi PJAS melalui kemandirian Komunitas Sekolah di lingkungannya. Aksi Nasional ini melibatkan lintas sector terkait seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan industri melalui program corporate social responsibility.

Sejak dicanangkan pada Januari 2011, pelaksanaan aksi nasional ini telah menunjukkan hasil yang bermakna yaitu keamanan PJAS pada tahun 2008-2010 yang memenuhi syarat (MS) 56-60%, terjadi peningkatan menjadi 65% yang memenuhi syarat (MS) pada tahun 2011 dan 76% pada tahun 2012.

Demikian pula halnya dengan cakupan aksi nasional SD/MI yang diintervensi sebanyak 8.561 sekolah. Sector terkait telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menindaklanjuti pencanangan aksi ini. Dampak aksi nasional PJAS diperkirakan dapat melindungi sekitar 1,4 juta siswa dari PJAS yang tidak aman serta sekitar 2,8 juta orang tua siswa, 85.000 guru SD, 85.000 pedagang dan 25.000 pengelola kantin telah terpapar KIE keamanan pangan.

Di samping itu, komitmen lintas sector di tingkat pusat diwujudkan dalam tiga MoU/Surat Kesepakatan Bersama pada tahun 2011, dan penguatan komitmen di daerah dengan pelaksanaan focus group discussion (FGD) di 32 provinsi dengan melibatkan 160 kabupaten/kota pada tahun 2012.

Untuk menunjang program ini Badan POM RI mengoperasionalisasikan 37 mobil laboratorium untuk pengawasan PJAS dan pembinaan komunitas sekolah. Selain itu, hingga tahun 2012 telah diberikan Piagam Bintang Keamanan Pangan kepada 100 SD/MI di 20 provinsi yang kantinnya dinilai mampu mempertahankan persyaratan keamanan pangan.

BERITA TERKAIT

BPOM Resmi Bekukan Izin Edar Albothyl

BPOM Resmi Bekukan Izin Edar Albothyl NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin edar obat yang…

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target - Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan…

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target - Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD

PBB-P2 dan BPHTB Kota Sukabumi Over Target Sekitar 53 persen Kontribusi ke PAD NERACA Sukabumi - Realisasi Pajak Bumi dan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Penyakit yang Sering di Alami Wartawan

Di Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pentingnya para wartawan menjaga kesehatannya. …

Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Sanitasi - Cegah Stunting

Guna menangani masalah stunting atau kurang gizi kronis nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyiapkan infrastruktur air…

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Parkinson

Drummer sekaligus pendiri band Mr. Big, Pat Torpey meninggal dunia, Rabu (7/2). Torpey meninggal dalam usia 64 tahun karena komplikasi…