Perbankan Balapan Raup Transaksi e_Money

Tahun ini, Bank Indonesia (BI) sudah merekomendasi 92 dari 102 bank yang berniat menerbitkan kartu prabayar atau e_money. Jadi, kini hanya ada 10 bank yang belum mengajukan perizinan kartu uang. Dari bank yang belum mengajukan izin, kebanyakan karena belum siap secara operasional, atau masih dalam tahap pembelajaran.

Menurut Deputi Direktur Bank Indonesia Puji Atmokodi sela-sela sebuah seminar nasional bertajuk ‘Era Baru Pengamanan Transaksi Berbasis Kartu Chip, Pembiayaan Elektronik dan Ketentuan Perundang-Undangan’ di Jakarta, pekan lalu, bank yang belum mengajukan izin e_money, beralasan karena jumlah pengguna kartu kredit yang mereka terbitkan saja masih sedikit. "Nantinya, kartu prabayar atau disebut juga kartu perdana akan diberi chip berikut pin-nya. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai semua, sehingga penggunaan e-money ini akan efektif," kata Puji.

Saat ini, terdapat beberapa bank dan lembaga lainnya yang sudah mengoperasikan e_money, diantaranya adalahBank Mandiri, Bank BNI, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank DKI, Bank Central Asia (BCA), dan Bank Mega. Sedangkan tujuh perusahaan lainnya di luar perbankan, yaitu Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Syke Sab Indonesia, Indosat, XL Axiata, Finnet Indonesia, dan Artajasa Pembayaran Elektronis.

Pihak BI mensyaratkan agar penerbit e_money menyiapkan beberapa persyaratan, antara lain kesiapan sistem, sumber daya manusia (SDM), keamanan, kelayakan produk, hingga proses ujicoba produk. Jika bisa melalui proses itu, BI dapat mengizinkan pemasaran produk e_money tersebut. Yang sudah pasti, para penerbit harus berbadan hukum di Indonesia.

BI berharap, pembaca (reader) e_money dari seluruh penerbit kompatibel. Sama seperti e_ticketing Transjakarta Busway, satu alat bisa dipakai untuk banyak produk e_money. Karena itu, ke-13 penerbit produk kartu uang atau uang plastik itu diharapkan memakai jenis pembaca yang mampu membaca semua produk kartu prabayar.

Saat ini, produk e_money terdiri atas dua jenis. Pertama, tanpa registrasi dengan maksimum plafon sebesar Rp 1 juta dan kedua, kartu dengan registrasi maksimal Rp 3 juta. Kecilnya plafon kartu prabayar itu antara lain untuk menjaga keamanan nasabah. Jika hilang, nominalnya hanya kecil. Lagi pula bank tidak menjamin dana yang tersimpan jika kartu itu hilang.

Kemudahan yang ditawarkan e_money memang menarik minat masyarakat. Terbukti, Bank Mandiri mampu membukukan kenaikan jumlah pemakai dan transaksi e_money. Para 2012, bank pelat merah itu telah menerbitkan 2,7 juta kartu. Padahal tahun sebelumnya, baru 1,3 juta kartu saja. Dari 2,7 juta kartu, terbanyak adalah Indomaret Card, yaitu sebanyak 52% atau 1,4 juta kartu. Selebihnya, kartu e_Toll yang dipakai untuk membayar tarif jalan tol, yaitu sebanyak 1,2 juta kartu atau 45%. Sisanya, 58.04 kartu GazCard yang diterbitkan bekerja sama dengan Pertamina, dan kartu e_money sebanyak 0,1 % atau hanya 3.667 kartu saja.

Saat ini, e_money Mandiri meningkat hingga 194%. Pada 2011 transaksinya mencapai Rp 324 miliar. Lalu bertumbuh menjadi Rp951 miliar pada 2012. Bank BNI berharap dari kutipan Rp5.000 setiap pengisian saldo kartu T-Cash yang diterbitkan Telkomsel. Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menyatakan, T-Cash meupakan alat pembayaran melalui ponsel sehingga mempermudah masyarakat dalam bertransaksi secara online. (saksono)

BERITA TERKAIT

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

Saat Obligasi Pemerintah Mengancam Industri Perbankan

  Oleh: Djony Edward Langgam pengaturan bunga di industri keuangan belakangan sedikit tercoreng, terutama dengan gencarnya penerbitan Surat Utang Negara…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…