Askes Rekrut 1.500 Pegawai Tahun Ini - Menyambut BPJS Kesehatan

NERACA

Jakarta – Persiapan PT Askes (Persero) menuju BPJS Kesehatan, yang akan dimulai 1 Januari 2014, saat ini masih terus dilakukan. Utamanya persiapan di internal perusahaannya. Selain mempersiapkan infrastruktur seperti kantor cabang, juga dilakukan penambahan jumlah pegawai sebanyak 1.500 orang.

Selain itu, Askes juga melakukan penyesuaian struktur organisasi baru dengan penambahan dua grup yang dipimpin oleh pegawai setingkat General Manager, yaitu Grup Pemasaran Sosial dan Grup Hubungan antar Lembaga.

“Di samping itu, secara khusus juga dibentuk Organisasi Pelaksana Transformasi melalui Project Management Office (PMO) yang akan bergerak mengawal dan menjalankan proses transformasi sepanjang tahun 2013. PMO juga akan dipimpin oleh Duta Askes setingkat General Manager,” kata Direktur Utama PT Askes (Persero), Fachmi Idris, melalui keterangan tertulis kepada Neraca di Jakarta, Selasa (29/1).

Dari sisi sumberdaya manusia (SDM), dia mengatakan, Askes melaksanakan peningkatan status pegawai melalui assessment terhadap Duta Askes berstatus pegawai Senior Manager terpilih menjadi General Manager. Serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar bagi 1.500 Pegawai Baru Askes di 2013.

Untuk itu diawal tahun ini, perseroan tersebut melakukan peningkatan kompetensi pegawai, salah satunya melalui assessment Duta Askes selevel Senior Manager untuk maju menjadi General Manager, serta dilakukan Pendidikan dan Pelatihan Dasar bagi 1.500 pegawai baru.

“Pengembangan SDM dilakukan saat terjadi gap antara performance individu dengan target performance yang ditetapkan perusahaan. Pengembangan juga dilakukan guna mempersiapkan pegawai untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi atau dalam skala yang lebih besar, untuk mempersiapkan rencana suksesi organisasi,” tutur Fachmi.

Dia juga menambahkan, dalam upaya membawa organisasi dari baik menjadi hebat, hal mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah memilih orang-orang yang tepat untuk berada di posisi yang tepat di dalam organisasi.

“Saya harap Duta Askes tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengikuti assessment dengan kesungguhan, bersemangat dan terus berkompetisi secara sehat. Karena perusahaan saat ini membutuhkan Duta Askes berkarakter plus, yaitu plus dengan Integritas dan Kepemimpinan. Karena nantinya para kader ini akan melaksanakan transformasi tuntas sampai pada 31 Desember 2013, yang diiringi dengan transformasi struktural dan transformasi kultural di tubuh perusahaan,” tambahnya.

Assesment kali ini diikuti oleh 17 Duta Askes setingkat Senior Manager, yang terdiri dari 5 orang dari PT Askes (Persero) Kantor Pusat, 10 orang dari Kantor Cabang, 1 orang dari Kantor Regional dan 1 orang dari Kantor Cabang Khusus. Dari sini akan dipilih 7 orang General Manager yang akan mengisi kursi Kepala Grup setingkat General Manager.

Terkait dibentuknya Grup Pemasaran Sosial dan Grup Hubungan antar Lembaga, Direktur SDM dan Umum PT Askes (Persero), Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa dua grup ini akan lebih fokus seiring dengan tuntutan perusahaan diantaranya dalam aktivitas sosialiasi BPJS Kesehatan di tahun ini.

“Latar belakang dibuat Grup Pemasaran Sosial adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan sosial marketing tentang BPJS ke depan, yang tidak hanya diperuntukkan bagi peserta Askes tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Melihat kondisi saat ini masih begitu kecil awareness masyarakat tentang BPJS. Padahal 1 Januari 2014, UU menyebutkan harus sudah implementasi,” jelas Taufik.

Sedangkan untuk Grup Hubungan antar Lembaga, imbuh Taufik, diperlukan karena implementasi BPJS ke depan bukan hanya tugas PT Askes (Persero) semata, namun berbagai stakeholder di dalamnya, seperti Pemerintah, Organisasi Profesi, Provider dan sebagainya. Melihat hal ini, perusahaan menilai dibutuhkan grup khusus yang akan menjadi penyambung komunikasi antar semua stakeholder.

“Kami juga secara khusus membentuk PMO yang dipimpin oleh Duta Askes setingkat General Manager, karena pada saat ini kita masih menjalankan peran sebagai BUMN yang melayani peserta Askes, memiliki target-target perusahaan yang harus penuhi. Di saat yang bersamaan kita juga harus mempersiapkan diri untuk bertranformasi. Segala perangkat yang dibutuhkan saat transformasi harus dipenuhi, sehingga dibutuhkan organisasi yang fokus melaksanakan proses transformasi tersebut,” tandas Taufik. [ria]

BERITA TERKAIT

Kota Satu Properti Lepas 500 Juta Saham - Rencanakan Go Public

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, minat perusahaan untuk go public masih cukup tinggi dan salah satunya adalah PT…

Manfaat Survei di Tahun Politik

  Oleh : Otjih Sewandarijatun, Alumnus Universitas Udayana Bali Hasil Survei LSI Denny JA dilakukan pada 14-22 September 2018 melalui…

Ketua: PP 43 Tahun 2018 Perkuat LPSK

Ketua: PP 43 Tahun 2018 Perkuat LPSK NERACA Jakarta - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Pantau Kesepakatan Jiwasraya dengan Pemegang Polis

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memantau kesepakatan yang telah dicapai antara PT. Jiwasraya…

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

Era Digital, Buka Rekening Tak Lagi Punya Buku

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan teknologi dan perkembangan digital yang pesat membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk…