Kemenag Akan Alihkan Dana Haji Bertahap - Pangsa Pasar Bank Syariah 5%

NERACA

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengaku akan mendorong pengalihan dana haji dari perbankan konvensional ke perbankan syariah secara bertahap. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, menuturkan pengalihan dana haji tersebut mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Dalam UU Penyelenggaraan Ibadah Haji, pada pasal 22 ayat 1 disebutkan penerimaan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) disetorkan ke rekening Menteri melalui bank syariah dan atau bank umum nasional yang ditunjuk oleh Menteri.

Dia juga menjelaskan, dalam pasal tersebut, bank umum nasional yang dapat ditunjuk menjadi bank penerima setoran BPIH adalah bank umum yang memiliki layanan yang bersifat nasional dan memiliki layanan syariah.

Sementara dalam pasal 23 ayat 2 dikatakan, BPIH yang disetor ke rekening Menteri melalui bank syariah dan atau bank umum nasional sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 dikelola oleh menteri dengan mempertimbangkan nilai manfaat (marjin atau bunga).

Menurut Anggito, outstanding dana haji sendiri mencapai Rp50 triliun per akhir Desember 2012, setelah memperhitungkan nilai manfaat yang diperoleh dalam penempatan di deposito perbankan dan Surat Berharga Negara Syariah atau Sukuk. “Dengan begitu, dana haji ini mempunyai nilai manfaat yang besar untuk menggerakkan perekonomian Islam,” terang Anggito di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menekankan, bahwa pemerintah berupaya memberikan peluang investasi langsung dari dana haji untuk meningkatkan nilai manfaatnya. Untuk ini, pemerintah tengah menggarap Rancangan Undang-undang (RUU) Pengelolaan Keuangan Haji.

“Dalam UU No.13 Tahun 2008, itu tidak dibolehkan untuk investasi langsung, hanya boleh di deposito perbankan dan sukuk. Nah, hal ini memungkinkan kita untuk berinvestasi langsung secara terbatas dalam RUU,” paparnya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), Edy Setiadi, mengatakan pangsa pasar aset perbankan syariah di Indonesia yang masih kecil, yaitu sekitar 5%, dan hal itu tidak jauh berbeda dengan beberapa negara lain di dunia, seperti Mesir.

“Pangsa pasar (perbankan) syariah di Mesir juga sekitar 5% dari total keseluruhan perbankan,” terang Edy. Dia melanjutkan, BI mencatat jumlah aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp199,7 triliun per akhir Desember 2012, tumbuh 34,05% dari posisi akhir tahun sebelumnya.

Sementara pangsa pasar aset perbankan syariah tercatat sebesar 4,69% dari total aset perbankan nasional. “Dana pihak ketiga (DPK) masih menjadi pendorong aset perbankan syariah, untuk peningkatan kinerja,” imbuhnya. Untuk DPK per akhir Desember 2012, bank sentral mencatat sekitar Rp150 triliun, meningkat 28,03% yoy (year on year).

Komposisinya, sebesar Rp86 triliun merupakan deposito, Rp46 triliun dalam tabungan, dan giro sebesar Rp17 triliun. Sedangkan Direktur Grup Perbankan Syariah BI, Bambang Kiswanto menambahkan, untuk tahun ini pihaknya mematok target aset perbankan syariah dalam tiga kategori, yakni pesimis, moderat dan optimis. Untuk kondisi pesimis, BI mematok pertumbuhan 36% menjadi Rp255 triliun, moderat tumbuh 44% menjadi Rp269 triliun, dan kondisi optimis tumbuh 58% menjadi Rp296 triliun.

Sedangkan untuk DPK, lanjutnya, tumbuh 17% menjadi Rp168 triliun dalam kondisi pesimis, tumbuh 23% menjadi Rp177 triliun dalam kondisi moderat, dan tumbuh 29% menjadi Rp186 triliun pada kondisi optimis. [ardi]

BERITA TERKAIT

KPK Apresiasi Gerakan Perempuan Antikorupsi Kemenag

KPK Apresiasi Gerakan Perempuan Antikorupsi Kemenag NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memuji program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK)…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Aturan Uang Eketronik Bakal Direvisi

      NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI) mewacanakan untuk merevisi beberapa ketentuan dalam peraturan uang elektronik agar…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air

    NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) membayarkan klaim kepada pemegang polis atau ahli…