50% Pemohon Penangguhan Kenaikan Upah Disetujui

NERACA

Jakarta – Dari sekitar 900 perusahaan yang mengajukan penangguhan kenaikan upah dalam rangka menyesuaikan dengan aturan upah minimum yang baru, 50% di antaranya sudah diberikan izin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

“Semua yang diberi izin penangguhan berasal dari sektor padat karya, yaitu tekstil, garmen, dan alas kaki,” kata Muhaimin. Dia berharap, dengan diberikannya izin tersebut, pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa ditangguhkan.

Mengenai Permenakertrans tentang UMP, Muhaimin mengaku akan dilakukan revisi komprehensif paket paket penyiapan sistem pengupahan. “Kita akan susun sistem pengupahan yang memberi ruang kepada padat karya supaya tidak hancur gara-gara upah yang terlampau tinggi,” ucap Muhaimin.

Muhaimin berharap ada insentif dari perpajakan untuk ikut meringankan beban pengusaha yang harus menaikkan upah buruhnya.

Di tempat berbeda, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton Supit mengatakan, insentif memang bagus, tapi bukan yang paling penting. “Yang paling penting adalahrealbiaya yang dibayarkan oleh industri dalam menjalankan bisnisnya,” kata dia kepadaNeraca, Selasa (29/1).

Anton menyoroti tentang ketidakmampuan sebagian perusahaan yang bisa hancur karena dipukul rata dengan industri lain karena sama-sama harus membayar upah sesuai dengan upah minimum.

“Tiap komoditi itu punya struktur biaya, material,labor,overhead, dan lain-lain. Kalau sudah melewati batas toleransinya, maka perusahaan tidak bisa dilanjutkan. Begitu jugalabor cost. Untuk garmen dan sepatu, labor cost ini sudah 32% dari total biaya. Pasar tidak bisa menerima kalau lebih dari itu. Persaingan global menjadi sulit dicapai,” jelas Anton.

Dia memisalkan sebuah industri garmen yang dimiliki oleh pengusaha Korea yang produknya dijual dengan harga US$ 5. Sekitar 80% dari struktur biaya industri tersebut habis untukmaterial cost. Tinggal 20% untukmanufacturing cost. Dari porsi 20%manufacturing costitu, 70%-nya adalah upah buruh. Kalau kenaikan upah buruh sampai 44% seperti yang terjadi di Jakarta, maka porsimanufacturing costyang 20% itu habis untuk upah buruh. Otomatis manufacturing costyang lain sepertioverhead costterbengkalai.

“Jadi kita tidak bisa menyamaratakan. Jangan lupa, jumlah orang yang menganggur dan setengah menganggur di Indonesia ada 41 juta orang. Kalau Indonesia masuk dalam industrihi tech, jangan lupa 40% buruh kita pendidikannya SD. Mereka akan semakin sulit terserap,” ujar Anton.

Mengenai pengajuan penangguhan kenaikan upah yang salah alamat -seharusnya melalui Gubernur, bukan Menakertrans- Anton membantahnya. “Semua pengajuan penangguhan adalah melalui gubernur, tetapi difasilitasi Menakertrans. Kita tahu lah kenaikan ini karena tekanan pemerintah juga. Tapi melihat PHK di ambang pintu, pemerintah melihat bahwa keputusan yang mereka buat agak keliru. Makanya pemerintah ikut memfasilitasi. Tapi legal formal tetap lewat gubernur. Menteri tidak pernah mengeluarkan SK penangguhan,” jelas Anton.

BERITA TERKAIT

Tahun Depan, Upah Minimum Provinsi Naik 8%

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Dikutip…

Batalnya Kenaikan Premium Supaya Ekonomi Tetap Stabil

Oleh : Hugo, Pemerhati Ekonomi Politik     Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan masyarakat luas tentu akan mendapatkan perhatian lebih…

Pengawasan Perbankan di Era Kenaikan Suku Bunga

Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis Kenaikan tingkat suku bunga ditengah lambannya kenaikan kredit dan harga…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mulai Buahkan Hasil, Skema KPBU Juga Butuh Insentif

  NERACA   Jakarta - Proyek Infrastruktur yang dibiayai dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dinilai sudah membuahkan…

Realisasi Subsidi Energi Lampaui Pagu Anggaran

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan realisasi subsidi BBM dan LPG dalam APBN pada…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…