Buru Saham Lapis Dua, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Maraknya aksi beli investor di seluruh lapisan saham, memicu sentimen positif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup positif.

Kondisi tersebut membuat seluruh sektor saham berada di zona hijau sepanjang perdagangan, dengan penguatan paling tinggi di sektor industri dasar dan properti. Tercatat IHSG pada akhir perdagangan Selasa, ditutup menguat 22,093 (0,5%) ke level 4.439,03. Sementara Indeks LQ45 naik 2,945 poin (0,39%) ke level 757,467.

Kata analis e-Trading Securities, Andrew Argodo, secara teknikal kenaikan IHSG BEI Selasa ini merupakan konsolidasi, “IHSG berhasil menguat, setelah kemarin tersungkur ke zona merah ditengah perdagangan yang fluktuatif,”katanya di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menambahkan, salah satu pendorong indeks BEI salah satunya dari investor asing yang tercatat melakukan "net buy" di pasar reguler sebesar Rp224,14 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli diantaranya Perusahaan Gas Negara (PGAS), Indofood Sukses Makmur (INDF), Bank Central Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Alam Sutera (ASRI).

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di zona positif. Level tertinggi indeks hari ini adalah di 4.439,606, sementara tertinggi adalah di 4.423,810. Disampaikannya, beberapa sektor yang menopang indeks BEI yakni sektor konstruksi dan properti yang naik 1,77%, industri dasar naik 1,01% dan keuangan naik 0,10%.

Pada perdagangan Rabu, indeks BEI di prediksikan kembali mengalami kenaikan dan mulai melanjutkan tren penguatan jangka panjang di kisaran 4.380-4.480 poin. Kata Andrew, beberapa saham yang layak di koleksi untuk perdagangan Rabu diantaranya PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT United Tractor Tbk (UNTR).

Tercatat perdagangan Selasa, frekuensi perdagangan saham di BEI sebanyak 152.079 kali transaksi dengan volume mencapai 3,711 miliar lembar saham senilai Rp4,076 triliun. Saham yang mengalami penguatan sebanyak 170 saham, sementara yang tertekan 90 saham, dan 112 saham tidak bergerak nilainya.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 50.350, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 menjadi Rp 20.100, Tower Bersama (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 25.500, dan Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 250.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal Work (LION) turun Rp 800 ke Rp 10.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 21.650, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 ke Rp 19.000, Indotambang Raya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 40.800.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng ditutup melemah 16,71 poin (0,07%) ke level 23.655,17, indeks Nikkei-225 naik 42,41 poin (0,39%) ke level 10.866,72, dan Straits Times melemah 14,16 poin (0,43%) ke level 3.259,75.

Tercatat indeks Komposit Shanghai naik 12,47 poin (0,53%) ke level 2.458,98, indeks Hang Seng turun 16,71 poin (0,07%) ke level 23.655,17, indeks Nikkei 225 naik 42,41 poin (0,39%) ke level 10.866,72 dan indeks Straits Times turun 7,53 poin (0,23%) ke level 3.265,45.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI naik 12,39 poin (0,28%) ke level 4.429,327. Sementara indeks LQ45 naik 2,076 poin (0,28%) ke level 756,778. Hampir semua sektor saham bergerak di jalur positif dan mengalami kenaikan, kecuali sektor keuangan dan manufaktur yang masih bertahan di jalur merah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 94.262 kali pada volume 3,35 miliar lembar saham senilai Rp 2,85 triliun. Sebanyak 120 saham naik, sisanya 83 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 20.050, Tower Bersama (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 25.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 50.100, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 15.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 21.650, Surya Toto Indonesia (TOTO) turun Rp 350 ke Rp 6.500, Indotambang Raya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 40.700, dan Supreme Cable Manufacturing & Commercee (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 3.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,49 poin atau 0,33% ke posisi 4.431,43, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,72 poin (0,49%) ke level 758,42. Kepala Riset Betrand Raynaldi mengatakan, diawal perdagangan IHSG mengalami kenaikan tipis, kenaikan itu salah satunya dipicu dari data "durable goods" AS yang meningkat melebihi ekspektasi.

Secara teknikal, menurut dia, kenaikan indeks BEI dibayangi dari volume perdagangan yang menurun yang terbentuk pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, “IHSG akan bergerak di kisaran 4.380--4.480 poin dengan saham-saham yang dapat diperhatikan, seperti Vale Indonesia (INCO), Kalbe Farma (KLBF), dan Summarecon Agung (SMRA),”ungkapnya.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, keterangan bahwa indeks BEI menguat meski investor masih "wait and see" terhadap perkembangan dari Eropa pekan ini, “Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) serta dana moneter internasional (IMF) akan melakukan evaluasi kuartalan ke Irlandia. Italia pekan ini dijadwalkan juga akan menggelar pemilu," tuturnya.

Oleh sebab itu, Purwoko sudah memprediksikan IHSG masih bergerak mudah berubah (volatile) di kisaran 4.400--4.440 poin. Fluktuasi dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan membayangi gerak indeks BEI dalam jangka pendek.

Bursa regional diawal perdagangan, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 37,89 poin (0,16%) ke level 23.633,99, indeks Nikkei-225 naik 63,72 poin (0,59%) ke level 10.888,03, dan Straits Times melemah 2,96 poin (0,09%) ke level 3.270,95. (bani)

BERITA TERKAIT

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…

BYAN Miliki 100% Saham Kangaroo Resources

Perluas portofolio investasinya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada tanggal 11 Desember melakukan pembelian 1.5 miliar lembar saham atau 43,95%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…