Tambah Pabrik, Sari Roti Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun - Anggarkan Capex Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – Produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1 triliun pada semester II-2013. Rencananya, dana penerbitan obligasi tersebut untuk membangun pabrik dan bayar utang yang jatuh tempo.

Public Relation PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephan Orlando mengatakan, penerbitan obligasi ini akan diterbitkan untuk priode 2013-2014, “Saat ini kami tengah memproses penunjukan penjamin pelaksana emisi underwriter," katanya di Jakarta, Selasa (29/1).

Dia menambahkan, guna memuluskan penerbitan obligas nantinya perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terlebih dahulu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Februari 2013 mendatang.

Sementara itu, eTrading Securities menjelaskan penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun ini merupakan langkah agresif ROTI, baik melakukan ekspansi ke depan maupun untuk mengurangi pinjamannya.

Tercatat hingga kuartal III-2012 pinjaman ROTI mencapai Rp216 miliar dan per akhir 2012 ROTI juga mendapat pinjaman Rp220 miliar dengan begitu total pinjaman secara kasar mencapai Rp436 miliar.

Di sisi lain, eTrading juga melihat efek penerbitan obligasi, apabila diterbitkan pada 2013 ini akan memberikan efek penurunan laba ROTI yang cukup besar, kecuali ROTI melakukan pelunasan terhadap utang-utang yang dimilikinya. Disebutkan, bila peringkat obligasi ROTI mendapatkan peringkat AAA setelah penerbitan, nantinya akan lebih menguntungkan obligasi dari pada pinjaman perbankan.

Keuangan Masih Aman

Sebelumnya, e-Trading Securities juga mengungkapkan struktur pendanaan untuk pembangunan pabrik roti senilai Rp220 miliar dari utang sekitar 73% dan sisa kas internal dinilai masih terbilang aman.

Disebutkan, struktur pendanaan perseroan dinilai masih terbilang aman karena debt to equity pada posisi kuartal ketiga 2012 sebesar 0,35. Dengan penambahan pinjaman bank pada akhir 2012 lalu maka bertambah jadi 0,71, dan memang nanti akan berimbas pada penurunan margin laba ROTI diakibatkan beban keuangan.

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk berencana membangun tiga pabrik dengan masing-masing pabrik dilengkapi dengan satu lini roti tawar dan satu lini roti manis di 2013. Manajemen PT Nippon Indosari Tbk menganggarkan belanja modal sekitar Rp300 miliar pada 2013. Dana belanja modal akan didapatkan baik kas dan pinjaman bank.

Selain itu, dalam riset PT e-trading securities menyebutkan, industri roti untuk pasar Asia maupun negara berkembang memiliki price earning (PE) cukup tinggi dan PE ROTI masih lebih tinggi dibandingkan industrinya yaitu 41,31x sedangkan PE industri secara rata-rata adalah 29,04x. Di samping ROTI memiliki PE tinggi, pertumbuhan selama 3 tahun, ROTI mencatatkan pertumbuhan penjualan yang paling tinggi di antara pemain bakery yaitu 25,24%.

Pangsa Pasar

ROTI sendiri telah memiliki pangsa pasar penjualan roti sebesar 10%, sedangkan pasar mayoritas masih didominasi oleh pemain home industry sebesar 80%. Untuk mengejar pangsa pasar itu, ROTI terus melakukan ekspansi dengan pendirian pabrik yang menghasilkan roti tawar dan roti manis.

Hingga akhir 2012, ROTI telah memiliki enam pabrik yang berlokasi di Bekasi, Pasuruan, Semarang, dan Medan (Sumatra Utara) dengan kapasitas produksi mencapai 2,5 juta potong per hari. Selanjutnya, ROTI akan mengoperasikan pabrik baru di Palembang dan Makassar pada awal Februari 2013 dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta potong per hari.

Pertumbuhan pendapatan ROTI selama lima tahun terakhir mencapai 32% per tahun dengan perkiraan pendapatan 2012 akan bertumbuh 43% menjadi Rp1,16 triliun. Laba bersih perseroan naik 30,42% menjadi sebesar Rp151,2 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

Pemerintah Diminta Terbitkan UU Jasa Konsultansi

    NERACA   Jakarta - Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) mendesak pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…