Ditjen Bea Cukai Tingkatkan Keamanan dan Pengawasan - Lindungi Masyarakat

NERACA

Jakarta - Di tengah arus globalisasi yang makin menuntut ditingkatkannya fasilitasi perdagangan sekaligus keamanan rantai pasok global, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengajak administrator pabean ekonomi APEC agar tetap mengedepankan perannya dalam melindungi masyarakat.

Ini terutama dari masuknya barang-barang yang berbahaya, merugikan kesehatan dan mengancam kelestarian lingkungan tanpa menciptakan hambatan atas arus barang yang melalui perbatasan serta menimbulkan biaya yang tidak perlu bagi pelaku perdagangan. Peran ini juga mencakup menjalankan mandat masyarakat dunia sebagai institusi kepabeanan dalam pengawasan lalu lintas barang yang masuk maupun keluar melewati perbatasan, yang dapat membahayakan keselamatan bangsa dan negara dari segi ekonomi, politik maupun sosial.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susiwijono mengatakan, pelaksanaan sidang Subkomite Prosedur Kepabeanan atauSub-committee on Customs Procedures(SCCP) APEC itu bertepatan dengan peringatan Hari Kepabeanan Internasional 2013. SCCP APEC merupakan subkomite APEC yang khusus membahas isu-isu kepabenan dalam kerjasama APEC.

Menurut Susiwijono, SCCP APEC menilai Direktorat Jenderal Bea Cukai secara umum baik dalam hal pencapaiannya selama 2010, khususnya untuksingle window, risk management, integritydanclear appeals provisionyang penerapannya dinilai sudah maju. "Namun Indonesia harus dapat mengambil manfaat dari kerjasama ekonomi dengan ekonomi yang sudah berkembang, seperti pengalaman ataubest practicedari implementasi sistem, prosedur dan fasilitas kepabeanan," katanya dalam keterangan pers, Selasa (29/1).

Dia menyebutkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai didaulat menjadi Ketua SCCP APEC yang bertugas atau bertanggung jawab menyusun agenda sidang SCCP selama masa keketuaannya. Tugas tersebut dimanfaatkan untuk mengangkat isu-isu kepabeanan atau ekonomi nasional di tahun berjalan yang relevan untuk dibahas dalam fora/subfora terkait, maupun menjadi capaian yang dapat diangkat dalamMinisters Joint StatementatauLeaders Declaration.

Untuk mengukur kinerja SCCP dalam mencapai Bogor Goal, SCCP menetapkan 16 bidang aksi bersama ataucollective action plan(CAP). SCCP akan melakukan evaluasi pelaksanaan CAP oleh masing-masing anggotanya setiap dua tahun sekali. SCCP merupakan satu dari delapan sub-fora di bawah Fora Committee on trade and Investment (CTI) yaitu komite yang membahas isu-isu perdagangan dab investasi di kawasan Asia Pasifik. Lembaga itu dibentuk 1994 untuk mendukung fasilitasi perdagangan melalui harmonisasi dan penyederhanaan prosedur pabean di kawasan Asia Pasifik.

BERITA TERKAIT

BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok - Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah

‎BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah NERACA Depok - ‎Badan…

Berharap Dana Riset dan Pengembangan Swasta

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef, Centre of Innovation and Digital Economy Seminggu ini publik dihebohkan oleh salah satu cuitan…

Indonesia 2045, Antara Lumbung Pangan Dunia dan Krisis Pangan

Oleh : Abdul Aziz, Mahasiswa Fisipol di PTN Jakarta   Masa kampanye yang tinggal beberapa minggu lagi membuat intensitas kampanye…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Konsumen Bisa Jual Listrik Panel Surya ke PLN

    NERACA   Jakarta – Kelebihan daya dari pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap atau panel surya dapat…

Perkuat Industri E-Commerce, Lazada dan Bhinneka Berkolaborasi

      NERACA   Jakarta – Dua pemain e-commerce di Indonesia, Lazada dan Bhinneka menyatakan berkolaborasi dengan cara meluncurkan…

Mayora Group Telah Ekspor Produk Sebanyak 250 Ribu Kontainer

      NERACA   Jakarta – Mayora Group melakukan pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 yang digelar Senin (18/2), hal ini…