Bank Kalbar Pertahankan Gelar 12 Tahun

NERACA

Pontianak - Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) bertekad untuk memperkuat kualitas dan layanan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mempertahankan tradisi mendapat penghargaan berbagai kategori dan penyelenggara sejak 12 tahun lalu hingga akhir 2012 lalu.

Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY, mengatakan keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan cerdas serta ikhlas dari segenap jajaran bank dengan saham terbesar di Pemprov Kalbar itu. Pada pertengahan Desember 2012, dalam acara Anugerah Perbankan 2012 di Jakarta, Bank Kalbar meraih penghargaan The First Best Bank Overall kategori BUMD dengan total aset di bawah Rp10 triliun.

Kemudian, mendapat peringkat ketiga untuk Risk Managemen serta penghargaan utama berupa CEO With Green Heart. Dari 85 bank yang dinilai terdapat 61 bank yang layak menerima penghargaan. Penyelenggaranya Business Review yang bekerja sama dengan Women Review dan Perbankan Institute. CEO Bank BRI, Sofyan Basir, meraih The Best Bank Overall CEO of The Year 2012.

Bank Kalbar dinilai berjasa pada pengembangan bisnis, investasi dan perekonomian wilayah. Menurut Ketua Dewan Juri yang juga Rektor Perbanas Institute, Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, M Sc, metode penilaian melalui laporan tahunan 2012, profil perusahaan, website, data publik, data institusi terpercaya dan data pendukung lainnya. Pihak bank juga diuji dengan metode wawancara atas makalah yang ditulisnya.

Juri yang terlibat dari lembaga Perbanas Institute, UI Consulting, MM Universitas Trisakti, Sinergi Daya Prima, Impact Leader Institute, Katahati Institute, Business Review, Indonesia-Asia Institute, Talent Indonesia dan Dwika Consulting. Bank dan bankir diuji wawancara dan membuat makalah terkait dengan kinerja sehingga laik mendapatkan Anugerah Perbankan Indonesia 2012.

Sudirman menambahkan, di APBN 2013 pemerintah memasang pertumbuhan ekonomi 6,8% dan inflasi dikendalikan pada 4,9%. Menurut dia, untuk mendukung pertumbuhan setinggi itu sektor investasi dan konsumsi domestik maupun perbankan tetap dipakai sebagai andalan.

Terkait hal itu, ia melanjutkan, Bank Kalbar harus terus tumbuh dan berkembang baik dari sisi aset, dana pihak ketiga, kredit atau pembiayaan, jaringan pelayanan, produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dan dikelola oleh tenaga profesional.

"Sebagai Bank Regional Champion atau BRC, Bank Kalbar tetap harus ekstra hati-hati, terutama antisipasi dampak krisis ekonomi di Eropa," kata Sudirman di Pontianak, Kalbar, Senin. Dia melanjutkan, sebagai BRC, Bank Kalbar harus mampu menciptakan produk-produk yang berbasis teknologi.

Bank Kalbar juga sudah membuka cabang di Jakarta mulai 2 Januari lalu bertempat di Jalan Arteri Mangga Dua/Blok RM No 18, Jakarta Pusat. Dia mengakui, keberhasilan itu juga tidak terlepas dari dukungan para pemegang saham terutama Gubernur Kalbar selaku pemegang saham mayoritas dan nasabah masyarakat Kalbar.

Mengingat Bank Kalbar adalah bank masyarakat Kalbar yang memberikan PAD bagi pemerintah kabupaten, kota maupun provinsi di wilayah Kalbar. Tradisi juara bagi Bank Kalbar terawat sejak 12 tahun lalu sebagai Bank Sangat Bagus sehingga memperoleh Tropi Platinum di medio 2012. Menteri Muhaimin Iskandar dari Kementerian Tenaga Kerja juga memberikan penghargaan pada akhir tahun 2012 karena Bank Kalbar mampu meningkatkan pemberdayaan pelaku ekonomi perempuan. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Mileneal Dominasi Investor Bursa di Kalbar

NERACA Pontinak – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, kaum mileneal di rentang usia18- 25 tahun mendominasi investor pasar modal di…

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…

Gelar Private Placement - RIMO targetkan Dana Rp 100,75 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten properti, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Industri Properti Perlu Waspadai Suku Bunga dan Likuiditas

      NERACA   Jakarta – Industri properti dihimbau untuk mengantisipasi terhadap dua tantangan penting yaitu ketidakpastian ekonomi global…

Bank Muamalat Kerjasama Remitansi dengan Al Rajhi Bank Malaysia

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Al Rajhi Bank Malaysia menandatangani perjanjian kerjasama…

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…