Genjot Penjualan, PTBA Ekspansi Ke Myanmar - Anggarkan Capex Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Pasar Asia Tenggara, khususnya negara Myanmar tengah menjadi bidikan pasar yang menjanjikan oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bila sebelumnya, PT Telkom Tbk berencana melebarkan bisnisnya ke Myanmar. Kini akan diikuti, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang berencana mengembangkan eksplorasi tambang batu bara di sana.

Direktur Utama PTBA, Milawarma mengatakan, pihaknya tenga menjajaki negara Myanmar dalam rangka pengembangan eksplorasi tambang batu bara, “Untuk yang di Myanmar kita sedang pelajari mulai dari perijinan, aturan kebijakan perpajakan dan tentunya rezim perijinan. Apakah itu konsensi atau perijinan," katanya di Jakarta, Senin (28/1).

Maka untuk mempermudah kajian tersebut, perseroan telah melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan BUMN yang sudah terlebih dahulu akan membuka usaha di Myanmar. Beberapa perusahaan tersebut di antaranya PT Telkom, PT Antam, PT Bank Mandiri dan sejumlah perusahaan BUMN lainnyaa.

Lebih lanjut Milawarma mengatakan, ketertarikan untuk membuka usaha di Myanmar dilatar belakangi perkembangan ekonomi dinegara tersebut, disamping juga potensi batu bara di negara tersebut, “Mudah-mudahan saja kajiannya cepet selesai,”harapnya.

Selain itu, kata Milawarma, tahun ini perseroan akan mengekspor 2 juta ton batu bara dengan kualitas tinggi ke Thailand. Sementara ekspor ke beberapa negara, khususnya di kawasan Asia tahun ini total sebanyak 6 juta ton.

Dia mengungkapkan, peningkatan ekspor batu bara dengan kualitas tinggi tersebut, dikarenakan negara tersebut menggunakan teknologi tinggi. Jadi mau tidak mau harus menggunakan bahan bakar batu bara dengan jenis terbaik, agar tidak menimbulkan banyak polusi. "Selain karena kebutuhan batu bara dengan kualitas tinggi, juga tidak ekonomi di jual didalam negeri, dengan harga jual saat ini,”paparnya.

Tahun ini total ekspor batu bara ditargetkan sebesar 55%, sisanya digunakan di dalam negeri. Selain itu, Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono menuturkan, tahun 2013 perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun. Dimana dana tersebut, jauh lebih besar dari belanja modal tahun lalu mencapai Rp 1,4 triliun, “Capex tahun ini lebih besar dari tahun lalu,”ungkapnya.

Menurutnya, alokasi capex tersebut akan digelontorkan untuk proyek yang sedang berjalan dan akan selesai pada tahun ini, diantaranya proyek PLTU 2x10 di Pelabuhan Tarahan. Kemudian, proyek pembangunan dan peningkatan kapasitas pelabuhan 25 juta ton di Pelabuhan Tarahan yang diharapkan 2014 sudah beroperasi.

Sebelumnya, perseroan mengalihkan pasar ekspor batu baranya ke India lantaran permintaan ekspor dari Cina berkurang sebagai dampak dari penurunan harga komoditas dunia.

Milawarma pernah bilang, ekspor ke India dilakukan menyusul adanya permintaan yang cukup besar dari negeri Hindustan, “Saat ini penjualan batu bara ke lokal masih mayoritas 65%, sedangkan ekspor hanya 35%,"tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Volume Penjualan Indocement Capai 75,02%

NERACA Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk optimistis dapat mencapai target volume penjualan pada 2018 sebesar 17,06 juta ton…

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun  NERACA Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli mengajukan ganti rugi sebesar Rp1 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…