free hit counter

Industri Asuransi Butuh 600 Aktuaris di 2016

Harus Lewati 10 Ujian

Selasa, 29/01/2013

NERACA

Jakarta - Industri asuransi Indonesia membutuhkan sekitar 500-600 aktuaris pada 2016 mendatang mengingat pertumbuhannya antara 20%-30% dalam lima tahun terakhir. Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), Budi Tampubolon, menuturkan saat ini aktuaris di Indonesia berjumlah 178. Ini jelas belum memenuhi kuota minimal yang diperkirakan 500 hingga 600 aktuaris," kata dia di Jakarta, Senin (28/1).

Menurut dia, pertumbuhan asuransi Indonesia sekitar 30% tersebut ternyata belum diimbangi dengan jumlah sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki keahlian aktuaria yang memadai. "Ahli aktuaria memiliki kemampuan teknis antara lain dalam perancangan produk dan analisa risiko pada asuransi serta investasi yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan asuransi," terangnya.

Budi juga memaparkan, pengetahuan standar yang dinilai perlu dikuasai oleh seorang aktuaris tercermin dalam kurikulum dan silabus ujian profesi aktuaris dan pendidikan profesionalisme aktuaris. "Seseorang dinyatakan sebagai aktuaris harus lulus dari ujian profesi yang berjumlah 10 dengan rata-rata membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 tahun,” tambah dia.

Kesepuluh ujian tersebut, imbuh Budi, meliputi probabilitas statistik, dasar ekonomi, pengantar akuntansi, teori risiko, matematika aktuaria, modal statistika, investasi, manajemen aktuaria, dan aspek asuransi jiwa. Setelah lulus seluruh modul ujian tersebut, lanjut dia, berhak mendapatkan gelar Aktuaris atau Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 53/2012 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan, maka perusahaan asuransi umum diwajibkan memiliki tenaga aktuaris.

"Asuransi umum atau asuransi kerugian setidak-tidaknya harus punya satu tenaga aktuaris, sedangkan jumlahnya itu ada 90 perusahaan. Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa berjumlah 46 dan sudah menyedot dua per tiga aktuaris indonesia karena dibanyak tempat ada 7 hingga 10 ahli aktuaria di satu perusahaan," ujarnya.Next