Adira Bidik Dana Rp 8 Triliun Dari Penerbitan Obligasi

NERACA

Jakarta – Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menawarkan kupon bunga obligasi maksimal 9% dari penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II.

Kata Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila, target dana yang dihimpun sebesar Rp8 triliun, “Oligasi akan dibagi menjadi 4 seri,”katanya di Jakarta, Senin (28/1).

Dia juga mengungkapkan, perseroan selain menerbitkan obligasi juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I senilai Rp 1 triliun dalam dua tahun ke depan. Di tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap I senilai Rp2 triliun serta sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I sejumlah Rp500 miliar.

Rencananya, obligasi akan dibagi menjadi 4 seri masing-masing seri A obligasi konvensional dengan kisaran kupon 6,25-7% dan sukuk mudharabah dengan kisaran kupon 6,25-7% dengan tenor 370 hari.

Kemudian untuk seri B obligasi konvensional kisaran kupon 6,75-7,5% dan sukuk mudharabah dengan kisaran kupon 6,75-7,5% dan tenor 24 bulan. Seri C obligasi konvensional dengan kisaran kupon 7,25-8% dan sukuk mudharabah 7,25-8% dengan tenor 48 bulan, sedangkan untuk seri D kisaran kupon 8,25-9% dan sukuk mudharabah dengan kisaran kupon belum ada dan tenor 60 bulan.

Menurut I Dewa, penerbitan obligasi konvensional akan semakin memperkuat posisi likuiditas perseroan,”Dengan penerbitan obligasi, maka likuiditas akan semakin kuat dan juga dengan obligasi syariah akan memperkuat likuiditas dalam membiayai produk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah,”ungkapnya.

Sebelumnya, penggunaan dana obligasi tersebut untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor dan dana yang diperoleh dari hasil penawaran sukuk mudharabah untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor secara murabahah.

Obligasi ini mendapatkan rating AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dan sukuk Mudharabah mendapatkan rating idAA+(sy). Sedangkan untuk penjamin pelaksana emisi obligasi perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Standard Chartered Securities sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk ditunjuk sebagai wali amanat dan wali amanat sukuk.

Jadwal emisi sementara yaitu masa penawaran awal 28 Januari-8 Februari 2013, tanggal efektif pada 20 Februari 2013, masa penawaran umum pada 22-26 Februari 2013, penjatahan pada 27 Februari 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 1 maret 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Maret 2013.

Asal tahu saja, anak usaha PT Bank Danamon Tbk ini menargetkan pembiayaan kredit kendaraan bermotor pada 2013 hanya naik 10% atau sebesar Rp32 triliun. Di 2012 ini, pembiayaan Adira ditargetkan Rp25 triliun-Rp30 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BTN Raih Penghargaan Best Overall dari IICD

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meraih penghargaan Best Overall untuk kategori perusahaan berkapitalisasi besar (bigcap) dari Indonesian Institute for…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…

2019, CIMB Niaga Syariah Targetkan Pembiayaan Rp35 Triliun

    NERACA   Bogor – Bank CIMB Niaga Syariah menargetkan untuk bisa menyalurkan pembiayaan di 2019 mencapai Rp35 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…