Pemerintah: Tingkatkan Serapan Anggaran - Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta – Pemerintah mendesak daerah agar memaksimalkan pengunaan anggaran untuk pembangunan. Penyerapan anggaran belanja sangat menentukan kualitas pertumbuhan ekonomi. Pada 2013 ini ada peningkatan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari 15%, sehingga dari total anggaran Rp1.625 triliun, sebanyak Rp520 triliun akan ditransfer ke pemda.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin memastikan APBD optimum dalam pembangunan di daerah,” ungkap Asisten Staf Khusus bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Mas’ud Said, sebelum memulai Rapat Kerja Pemerintah (RKP), Senin (28/1).

Penyerapan anggaran tahun lalu memang tidak banyak memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 6,3%. Jika penyerapan maksimal, pertumbuhan ekonomi 2012 bisa mencapai 6,5%. Menurut Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, salah satu faktor serapan anggaran belanja lebih rendah karena memang APBN-P 2012 baru selesai akhir Maret, dan proses daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) juga lambat.

Akibatnya, pengeluaran pemerintah tidak bisa membantu mendorong pertumbuhan yang lebih signifikan. Meskipun pertumbuhan ekonomi 2012 yang ditargetkan sebesar 6,3% bisa tercapai tetapi lebih banyak didorong oleh konsumsi masyarakat dan investasi. "Mestinya APBN bisa mengompensasi penurunan ekspor, tapi ternyata tidak bisa. Jadi pertumbuhan 6,3% itu sudah maksimal. Kalau ada dorongan dari APBN-P itu mestinya bisa mencapai 6,4-6,5%," kata Lana.

Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi makro dari EC-Think Indonesia Telisa A Falianty yang mengatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 6,3% di 2012 memang tidak terlalu sulit untuk diraih. Meski belanja pemerintah tak sesuai target bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya, investasi dan konsumsi mampu menutup kekurangan tersebut.

"Untuk mencapai 6,3% saja itu masih bisa. Tapi yang lebihfeasibleitu 6,1-6,2% lah atau di atas 6%. Dengan penyerapan belanja 87% itu tentunya tidak bisa menutup penurunan ekspor. Tapi dengan FDI yang baik selama ini mampu mengompensasi ekspor," ujarnya.

Berdasarkan catatan kinerja realisasi APBN-P 2012 Kementerian Keuangan, realisasi penyerapan belanja Kementerian Negara/Lembaga (K/L) 2012 mencapai 87,5% terhadap pagu APBN-P.

Pengelolaan Anggaran

Capaian tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi 2011 yang mencapai 90,5% dari pagu APBN-P. Disebutkan pula, berbagai faktor telah memengaruhi daya serap anggaran belanja K/L, seperti kehati-hatian K/L dalam pengelolaan anggaran, dan batalnya program terkait kompensasi pengurangan subsidi BBM, sehingga tidak ada kenaikan harga BBM subsidi.

Berkurangnya penyerapan anggaran juga dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan pembangunan gedung kantor yang tidak terkait dengan pelayanan umum, juga adanya reorganisasi di beberapa K/L, sehingga proses pengalokasian anggaran terkendala. Kendala proses pengadaan barang dan jasa dinilai juga menjadi penghambat daya serap anggaran.

Kendala teknis di lapangan, di mana terdapat perubahan kebijakan yang dilakukan K/L sehingga memerlukan perubahan anggaran termasuk butuh persetujuan DPR, ikut menurunkan daya serap anggaran. Tak ketinggalan adanya berbagai upaya peningkatan efisiensi atau penghematan yang dilakukan K/L. Selain itu, kendala-kendala formalitas seperti PLHN belum efektif atau belum ada register, dasar hukum kegiatan belum ada, juga ketidaklengkapan data dukung sehingga anggaran diblokir.

Konflik Horizontal

Selain itu, dalam rapat kerja ini dibahas persiapan pemerintah dan optimalisasi penanggulangan kerusuhan dan konflik horizontal dalam masyarakat, terutama kerusuhan atau konflik di 2014 dan pasca Pemilu.

Karena, menurut Mas’ud, pemerintah melihat gejala meningkatnya konflik sosial belakangan ini. "Presiden akan meluncurkan rancangan Perpres penanganan konflik horizontal dan sosial dan keamanan rakyat sehingga 2014 akan terjadi situasi kondusif," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

LPDB KUMKM Tingkatkan Pangsa Pasar Syariah

LPDB KUMKM Tingkatkan Pangsa Pasar Syariah NERACA Jakarta - Guna mendorong peningkatan market share keuangan syariah dan mendorong literasi keuangan…

China Alami Pertumbuhan Rendah 6,5% - RI BAKAL KENA IMBASNYA PADA KUARTAL III-2018

Jakarta-Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistic-NBS) memprediksi pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2018 melambat di level terlemah sejak krisis…

Ekonomi Kustom

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Hajatan tahunan Kustomfest yang berlangsung 6-7 Oktober…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tuai Polemik, Dana Kelurahan Terganjal Aturan

      NERACA   Jakarta – Dana kelurahan yang disiapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam RAPBN 2019 menganggarkan Rp3…

Pemerintah Diminta Perhatikan Daya Beli

      NERACA   Jakarta - Pemerintah harus memperhatikan permasalahan daya beli masyarakat di samping terus melakukan pembangunan infrastruktur.…

Transcend Beri Perlindungan Data Berlapis

  NERACA   Jakarta - Fenomena data corrupt (data rusak) adalah masalah yang sering dialami pengguna hard-disk eksternal. Ketika hard-disk…