Kuasai Pasar, Bisnis Kulakan Berlomba Perbanyak Gerai - Hypermat Bangun 17 Gerai

NERACA

Jakarta – Persaingan bisnis minimarket makin ketat seiring dengan daya beli masyarakat yang terus meningkat. Tak ayal, saat ini banyak perusahaan minimarket menambah banyak gerai di berbagai daerah dan salah satunya, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Kata Director of Merchandising & Marketing PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang membawahi Hypermart, Meshara Kanjaya, untuk meningkatkan kinerja dan menyerapan tenaga kerja di luar Jawa, Hypermart akan membangun 17 gerai, “Ke 17 gerai akan menyerap tenaga kerja di luar Jawa,”ungkapnya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, perseroan harus membangun jaringan Hypemart di luar Jawa untuk melakukan ekpansi bisnisnya. Apalagi pertumbuhan ekonomi luar Jawa juga sangat prospektif. "Itu ekspansi bisnis kita ke luar Jawa, diantaranya Kalimantan dan Sumatera," tuturnya.

Hypermart menargetkan untuk membuka setidaknya 80 toko baru dalam 5 tahun ke depan. Setelah Papua, Hypermat juga telah membuka gerai pertama di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sementara pesaingnya, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) juga terus ekspansi menambah gerai baru. Saat ini, HERO memiliki sebanyak 573 gerai yang terdiri dari 44 gerai Giant Hypermarket, 132 gerai Hero dan Giant Supermarket, 252 gerai toko kesehatan dan kecantikan Guardian, dan 145 gerai Starmart.

Bahkan guna ekspansi lebih besar, perseroan berencana membuka gerai waralaba pada 2014. Adapun dalam pembukaannya perseroan bekerja sama dengan perusahaan perabot asal Swedia IKEA.

Direktur Keuangan HERO Lai Saye Chuan mengatakan, perencanaan pembukaan gerai IKEA pertama akan terletak di kawasan hunian Alam Sutera, Tangerang yang akan dibuka pada pertengahan 2014 mendatang. Adapun luasnya sekira tiga hektare (ha), pemilihan lokasi tersebut dipilih karena aksesnya yang mudah, “Kami tidak menutup kemungkinan untuk membuka gerai selanjutnya di Jakarta apabila pasar cukup terbuka, namun kita lihat perkembangan gerai pertama dulu,”ungkapnya.

Ekspansi Alfamart

Langkah yang sama juga dilakukan PT Sumber Alfaria Trijata Tbk (AMRT) yang juga pengelola Alfamart. Bahkan guna menguasai pasar di bisnis minimarket, perseroan membeli sebanyak 1,2 miliar lembar saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dari PT Amanda Cipta Persada.

Kata Direktur dan Corporate Secretary PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Fernia Rosalie Kristanto, pihaknya telah melakukan penadatanganan jual beli saham dengan Amanda, “Transaksi merupakan suatu transaksi afiliasi,”ungkapnya.

Disebutkan, pembelian saham PT Midi Utama Indonesia Tbk sebanyak 1,2 miliar setara dengan 41,825% dari total saham ritel dengan brand Alfamidi ini. Alhasil, AMRT menjadi pemegang saham mayoritas MIDI dengan kepemilikan 54,57%, di mana sebelumnya, AMRT hanya memegang 12,75% saham MIDI.

Rosalie juga juga mengungkapkan, nilai transaksi itu mencapai Rp 964,44 miliar. Dana akuisisi tersebut berasal dari kas internal AMRT dan pinjaman dari BCA. Pada akhir tahun lalu AMRT meraih utang dari BCA senilai Rp900 miliar.

Kuasai Pasar

Menurut hasil riset E-Trading Securities, dengan diakuisisinya Alfamidi oleh Alfamart akan meningkatkan pangsa pasar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Penambahan saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) merupakan strategi yang positif.

Asal tahu saja, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk akan menambah 800 gerai pada tahun 2013, sedangkan hingga tahun 2012, jumlah gerai Alfamart mencapai angka 7.000 gerai. Daerah Kalimantan dan Sulawesi menjadi daerah ekspansi perseroan di 2013. Saat ini, Alfamart telah mewaralabakan gerai sebanyak 30% dari total gerai. "Waralaba bukan masalah, karena kami sudah lama menjalankan sistem itu," ujar Pudjianto, Wakil Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya.

Tahun 2012, Alfamart lebih banyak membuka gerai di luar Jawa seperti Medan, Palembang dan Makassar. Sumber Alfaria terus mencari peluang pasar luar Jawa, baik membuka gerai sendiri maupun menawarkan waralaba. Saat ini Alfamart belum punya gerai di Kalimantan dan baru memiliki satu gerai di Makassar.

Pudjianto menyebutkan Sumatra sebagai sasaran ekspansi, seperti Medan dan Jambi. "Kawasan Timur Indonesia seperti Kalimantan belum, mungkin tahap selanjutnya," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahan Taiwan - Kalbe Farma Bidik Cuan di Bisnis Kecantikan

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, inovasi dan pengembangan bisnis menjadi strategi yang dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Menggandeng…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…