Di 2013, Total Obligasi Jatuh Tempo Rp 22,3 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat jumlah emisi penerbitan obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2013 mencapai sebesar Rp22,3 triliun. Sementara pada 2014 sebesar Rp33,01 triliun dan 2015 Rp26,11 triliun.

Direktur Utama PEFINDO, Ronald T. Andi Kasim mengatakan, total secara keseluruhan nilai obligasi korporasi yang jatuh tempo dalam tiga tahun berjumlah Rp81,42 triliun. Besarnya nilai tersebut serta kondisi pasar keuangan Indonesia yang prospektif di tahun ini akan memicu perusahaan untuk menerbitkan surat utang,”Kondisi pasar keuangan domestik di awal tahun ini memang masih prospektif atau hampir sama dengan kondisi di awal tahun lalu,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, pada kuartal pertama 2013, investor cenderung memilih investasi di pasar surat utang korporasi dengan mengacu kepada sektor perusahaan penerbitnya dan tingkat peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat.

Alhasil, aktivitas emisi obligasi korporasi akan lebih marak di kuartal pertama, apalagi total emisi yang jatuh tempo di tiga bulan pertama di tahun ini berjumlah Rp4,3 triliun. Tren positif ini ditambah dengan masih masuknya Indonesia ke dalam level layak investasi (investment grade).

Hal ini akan memicu perusahaan untuk terus aktif menerbitkan obligasi. Investor diperkirakan akan banyak bertransaksi di obligasi korporasi yang mempunyai rating A karena mempunyai tingkat imbal hasil yang cukup tinggi yaitu di level 10%-11%.

Sedangkan untuk obligasi korporasi dengan level peringkat AAA tingkat imbal hasilnya berada pada level 8%-10%, rating AA tingkat imbal hasilnya di 9%-11%, dan rating BBB memiliki yield sebesar 13%-15%.

Sebagian besar perusahaan penerbit surat utang masih didominasi oleh perusahaan pembiayaan dan bank dengan porsi sebanyak 84%, disusul oleh pertambangan sebanyak 8%, konsumen 1%, otomotif 2%, dan properti 3%. (bani)

BERITA TERKAIT

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun  NERACA Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli mengajukan ganti rugi sebesar Rp1 triliun…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…