Diawal Tahun, Transaksi Margin Stagnan

Maraknya pelaku pasar modal melalukan transaksi saham non margin, memberikan pengaruh signifikan terhadap tren transaksi margin yang sebalik stagnan. Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, rata-rata nilai transaksi marjin di kisaran Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun pada awal 2013, “Nilai transaksi margin relatif stagnan, “katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, saat ini ada 72 anggota bursa yang terdaftar aktif memberikan fasilitas margin kepada pelaku pasar. Hingga kini, ada 52 saham yang masuk dalam transaksi margin. Menurut Uriep, nilai transaksi marjin sekitar Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun pada awal 2013.

Disebutkan, nilai rata-rata transaksi marjin sekitar Rp1,6 triliun pada 2010, 2011 sebesar Rp1,6 triliun dan 2012 sebesar Rp1,2 triliun. Uriep mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan dan pemberian fasilitas margin. Pihaknya melakukan review setiap tahun kepada anggota bursa dalam pemberian fasilitas margin ini.

Adapun satu anggota bursa yang disuspen dalam transaksi margin, Uriep mengatakan, hal itu dikarenakan anggota bursa tersebut banyak melanggar peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nomor V.D.6 tentang pembiayaan transaksi efek oleh perusahaan efek bagi nasabah dan transaksi short selling oleh perusahaan efek. Fasilitas margin hanya diperbolehkan bagi investor yang memiliki kekayaan minimal Rp200 juta.

Transaksi marjin adalah fasilitas yang diberikan kepada investor atau pelaku pasar untuk membeli saham dengan nilai lebih besar dari modal. Keuntungan bagi perusahaan sekuritas dengan transaksi marjin ini mendapatkan fee transaksi dan bunga dari pinjaman. Sedangkan bagi nasabah jika harga sahamnya tinggi akan mendapatkan untung berlipat, dan jika rugi maka ruginya juga besar. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

Tahun Depan, Upah Minimum Provinsi Naik 8%

NERACA Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Dikutip…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…