Bangun Pabrik Dari Utang, Keuangan Sari Roti Masih Aman

NERACA

Jakarta - Berdasarkan riset PT e-Trading Securities menyebutkan, struktur pendanaan untuk pembangunan pabrik roti PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) senilai Rp220 miliar dari utang sekitar 73% dan sisa kas internal dinilai masih terbilang aman.

Informasi tersebut disampaikan e-Trading Securities dalam siaran persnya di Jakarta kemarin. Disebutkan, struktur pendanaan itu dinilai masih terbilang aman karena debt to equity pada posisi kuartal ketiga 2012 sebesar 0,35. Dengan penambahan pinjaman bank pada akhir 2012 lalu maka bertambah jadi 0,71, dan memang nanti akan berimbas pada penurunan margin laba ROTI diakibatkan beban keuangan.

Perseroan akan mendirikan tiga pabrik dengan masing-masing pabrik dilengkapi dengan satu lini roti tawar dan satu lini roti manis pada 2013. Manajemen PT Nippon Indosari Tbk menganggarkan belanja modal sekitar Rp300 miliar pada 2013. Dana belanja modal akan didapatkan baik kas dan pinjaman bank.

Selain itu, dalam riset PT e-trading securities menyebutkan, industri roti untuk pasar Asia maupun negara berkembang memiliki price earning (PE) cukup tinggi dan PE ROTI masih lebih tinggi dibandingkan industrinya yaitu 41,31x sedangkan PE industri secara rata-rata adalah 29,04x. Di samping ROTI memiliki PE tinggi, pertumbuhan selama 3 tahun, ROTI mencatatkan pertumbuhan penjualan yang paling tinggi di antara pemain bakery yaitu 25,24%.

ROTI sendiri telah memiliki pangsa pasar penjualan roti sebesar 10%, sedangkan pasar mayoritas masih didominasi oleh pemain home industry sebesar 80%. Untuk mengejar pangsa pasar itu, ROTI terus melakukan ekspansi dengan pendirian pabrik yang menghasilkan roti tawar dan roti manis.

Produksi

Hingga akhir 2012, ROTI telah memiliki enam pabrik yang berlokasi di Bekasi, Pasuruan, Semarang, dan Medan (Sumatra Utara) dengan kapasitas produksi mencapai 2,5 juta potong per hari. Selanjutnya, ROTI akan mengoperasikan pabrik baru di Palembang dan Makassar pada awal Februari 2013 dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta potong per hari.

Pertumbuhan pendapatan ROTI selama lima tahun terakhir mencapai 32% per tahun dengan perkiraan pendapatan 2012 akan bertumbuh 43% menjadi Rp1,16 triliun. Laba bersih perseroan naik 30,42% menjadi sebesar Rp151,2 miliar.

Hingga September 2012, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 52,85% sebesar Rp855,94 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp96,67 miliar hingga September 2012. Dalam laporan PT e-trading securities menyebutkan, pertumbuhan pendapatan 2012 naik 43% disebabkan ekspansi yang dilakukan perseroan dengan pengoperasian penuh lini produksi tahun 2011 yaitu 8 lini roti tawar dan 9 lini roti manis . Selain itu, perseroan menambah dua lini roti tawar dan tiga lini roti manis sehingga perseroan memiliki 22 lini pada 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Hasil Evaluasi Pengadaan Masih Ada Kelemahan Yang Perlu Diperbaiki - Walikota Sukabumi

Hasil Evaluasi Pengadaan Masih Ada Kelemahan Yang Perlu Diperbaiki Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menandaskan, hasil…

Neraca Perdagangan Kakao Olahan di 2018 Masih Surplus

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis, industri pengolahan kakao di dalam negeri mampu menghasilkan produk yang kompetitif…

Bank DKI Dorong Inklusi Keuangan di Kepulauan Seribu

  NERACA Jakarta - Perluas akses layanan produk dan jasa perbankan di wilayah Kepulauan Seribu, Bank DKI terus mendorong inklusi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…