Tingkatkan Pengawasan, BEI Terapkan Peraturan Algo Trading

NERACA

Jakarta- Tuntutan penyelesaian proses transaksi yang lebih cepat seiring dengan perkembangan teknologi menjadi tantangan bagi pihak otoritas untuk memberikan layanan dan pengawasan yang lebih baik ke depan. Salah satunya penggunaan sistem algoritmic trading yang saat ini mengalami pertumbuhan.

Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhiprasetyo mengatakan, pihaknya akan mengupayakan suatu ketetapan yang dapat mendukung kinerja sistem tersebut menjadi lebih baik, “Kami telah diminta regulator untuk membuat peraturan untuk algo trading, karena sekarang tahapnya masih berupa pedoman,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Uriep, salah satu ketentuan tersebut, yaitu terkait kapasitas order dan tingkat pengawasan ke arah yang lebih baik. Dengan diupayakannya hal tersebut, pihaknya meminta kepada anggota bursa yang baru mulai memakai sistem algo untuk menyesuaikan ketetapan baru dengan kapasitas order, sekaligus meningkatkan pengawasan internal secara lebih baik.

Sementara untuk anggota bursa yang telah lama menggunakan sistem algo tersebut diharapkan dapat menyesuaikan ketetapan tersebut. Meskipun demikian, Uriep menegaskan, saat ini belum dapat dipastikan sejauh mana ketentuan tersebut akan menjadi sebuah peraturan.

Hal tersebut masih dalam tahap proses dan akan didiskusikan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator, termasuk anggota bursa (AB). Dengan demikian, ketetapan baru terkait penggunaan sistem tersebut diharapkan dapat diterima dengan baik oleh para pelaku pasar.

Efisiensi

Uriep mengatakan, sistem algo trading merupakan salah satu fasilitas bertransaksi bagi nasabah berbasis algoritma, di mana nasabah bisa order transaksi dalam jumlah besar dan dalam waktu tertentu di saat yang bersamaan.“Sistem algo trading itu dapat mempercepat transaksi dan memberikan efisiensi bagi nasabah. Utamanya untuk high frequency trading.” jelasnya.

Saat ini, penggunaan sistem algo trading tersebut, lanjut Uriep lebih banyak digunakan oleh nasabah institusional dan cenderung mengalami peningkatan. Pihaknya mencatat, dari 50 anggota bursa yang saat ini menggunakan online trading, ada sebanyak 18 anggota bursa yang telah menggunakan sistem layanan algo trading.

Sementara terkait sistem pengawasan terhadap anggota bursa, menurut Uriep, mengalami tren peningkatan yang cukup baik, terlebih dengan adanya identitas tunggal investor (single investor identification). Pasalnya, setiap transaksi yang terjadi secara langsung terhubung dengan pihak otoritas. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pembinaan terhadap anggota bursa terkait sistem pengawasan transaksi perdagangan saham berbasis internet (online trading).

Penerapan sistem pengawasan transaksi tersebut merupakan salah satu implementasi dari perubahan peraturan A-III tentang Keanggotaan Bursa. Dalam peraturan itu disebutkan, anggota bursa wajib memiliki “front dan back office system” yang memadai dan dapat mendukung bussines continuity plan (BCP) melalui sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) yang dikembangkan Bursa.

Dalam peraturan tersebut juga menyebutkan anggota bursa untuk memiliki sistem pengawasan dan petugas yang mengawasi pola transaksi nasabah di luar kewajaran bagi anggota bursa yang menyediakan fasilitas penyampaian pesanan secara langsung bagi Nasabah. (lia)

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

Yulie Sekuritas Tuding BEI Salah Sasaran

NERACA Jakarta – Sanksi yang diberikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) menuai keprihatinan…

Sikapi Rekomendasi Credit Suisse - Dirut BEI Masih Optimis Pasar Tumbuh Positif

NERACA Jakarta – Di saat banyaknya pelaku pasar menuai kekhawatiran dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…