BSD Catatkan Penjualan Rp 4,28 Triliun di 2012

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat penjualan properti atau marketing sales Rp 4,28 triliun di akhir 2012, angkanya naik 24%. Harga jual properti BSDE ini rata-rata tumbuh 10-58%, “Solidnya pertumbuhan angka marketing sales dikarenakan tingginya permintaan konsumen atas produk properti yang ditawarkan BSDE, ditambah kenaikan harga jual di kisaran 10-50% per tahun pada proyek properti yang kami kelola," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE, Hermawan Wijaya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, pertumbuhan angka penjualan tertinggi BSDE pada Taman Permata Buana yang naik 58% per tahun, kemudian BSD City dengan rata-rata 30% dan Grand Wisata Bekasi sebesar 16% per tahun."Angka marketing sales terbesar dikontribusikan oleh segmen perumahan, yakni Rp 2,168 triliun atau 51% dari total marketing sales BSDE beserta anak usahanya. Segmen tersebut tumbuh stabil di kisaran 24%," jelasnya.

Penjualan terbesar kedua dikontribusikan oleh penjualan segmen kavling tanah Rp 1,238 triliun atau 29% dari total marketing sales BSDE. Anak usaha BSDE yakni PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) yang diakuisi pada 2011 turut berkontribusi positif terhadap Marketing Sales Perseroan.

DUTI memberikan kontribusi 23% terhadap marketing sales konsolidasi BSDE. Selain segmen komersial DUTI juga mengelola kawasan residensial dan perkantoran dalam portepel bisnisnya.

Segmen rumah toko yang dipasarkan di BSD City dan lokasi lain yang dikelola Duta Pertiwi selaku anak perusahaan BSDE menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar ketiga dengan angka pertumbuhan 279% menjadi Rp 560,742 miliar.

Pertumbuhan marketing sales Perseroan bertambah dari proyek-proyek yang berada di luar BSD City, seperti di Bogor, Surabaya dan Balikpapan. Selain residensial, marketing sales Perseroan juga bersumber dari kawasan komersial, perkantoran dan industri.

Target Penjualan

Tahun 2013, BSDE menargetkan perolehan marketing sales Rp 7,02 triliun atau tumbuh 64% dibandingkan pencapaian 2012. Target tersebut selain bersumber dari penjualan pre-sales proyek residensial dan komersial juga ditopang oleh penjualan kavling tanah di kawasan BSD City.

Tahun ini juga perseroan akan bekerjasama dengan dua perusahaan asing untuk mengembangkan 2 buah proyek dengan luas 65-68 ha dan 10ha di kawasan BSD City, “Kemitraan tersebut akan membuat perolehan marketing sales BSDE meningkat signifikan," papar Hermawan.

BSDE juga berencana meluncurkan sekitar 10 sub-klaster di antaranya; sub-kluster terakhir di Avani, De Maja Stage 2, De Naara, klaster baru seluas 70ha dan berbagai segmen produk lainnya seperti apartemen, rumah toko, rumah kantor dan kavling tanah."Kami telah menyiapkan dana sekitar Rp 3 triliun untuk belanja modal yang bersumber dari dana internal baik itu dari pre-sales maupun kas serta sumber dana eksternal. Kami masih memiliki opsi penerbitan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 2 triliun dari total efektif Rp 3 triliun,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Bisnis Semen Masih Lesu - Semester Satu, Penjualan SMGR Turun 4,86%

NERACA Jakarta- Lesunya penjualan semen di semester pertama 2019, dirasakan betul bagi produsen semen. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…