Jamkrindo Bukukan Jaminan Kredit Rp53,54 Triliun - Per Desember 2012

NERACA

Jakarta – Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), per Desember 2012, sudah menjaminkan kredit mencapai Rp53,54 triliun atau 133,12% dari anggaran Rp40,22 triliun. Terdiri dari penjaminan kredit non KUR sebesar Rp30,74 triliun dan penjaminan kredit KUR sebesar Rp22,79 triliun.

Kata Direktur Utama Jamkrindo, Diding S Anwar, tahun ini nilai jaminan masih mengalami peningkatan dan ini dinilai konsekuensi logis dari kebijakan pemerintah yang memperlonggar persyaratan dalam penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijamin oleh pihak Jamkrindo, “Kami perkirakan klaim yang harus ditanggung juga akan membengkak lagi pada tahun ini,” katanya di Jakarta, Selasa(22/1).

Sebagai informasi, nilai klaim penjaminan kredit yang harus ditanggung oleh Jamkrindo terus meningkat dari Rp1,92 miliar pada 2008, menjadi Rp29 miliar pada 2009 dan terus meningkat menjadi Rp86 miliar pada 2010. Nilai tersebut terus berkembang menjadi Rp232 miliar pada 2011 dan membengkak menjadi Rp630 miliar pada 2012 lalu.

Dia juga menyebutkan target perolehan pendapatan perusahaan menurun dari realisasi sebesar Rp1,736 triliun pada 2012, menjadi Rp1,3 triliun pada 2013. Hal ini dikarenakan membengkaknya nilai klaim tersebut di atas.

Disamping itu, Jamkrindo juga proyeksi penurunan pendapatan dilakukan sebagai langkah antisipasi dari penerapan sistem baru International Financial Reporting Standards (IFRS) pada seluruh perusahaan di Indonesia, “Ada beberapa perbedaan cara pandang dan mengukur pendapatan antara sistem yang lama dengan IFRS. Tahun ini penerapannya sudah harus 100%. Tapi ini sekadar perbedaan pencatatan saja dan ini bagus, karena ke depan nilai kinerja perusahaan bakal terlihat lebih stabil dengan sistem baru ini,” jelasnya.

Meski demikian, tuturnya, perusahaannya tetap optimistis untuk terus meningkatkan perolehan pendapatan yang melebihi pencapaian 2012. “Jangan khawatir, selama ini kinerja kami selalu mampu melebihi target. Jadi kami masih sangat optimistis,” tegasnya.

Sementara, perolehan laba pada akhir tahun ini ditargetkan sebesar Rp538,39 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Nilai laba tersebut mengalami penurunan sekitar 4% dibandingkan realisasi laba (unaudited) pada 2012 lalu sebesar Rp561,17 miliar.“Sedikit turun kalau dibanding realisasi 2012. Tapi kan selama ini capaian kami selalu di atas target, jadi harapannya (realisasi di tahun ini) bisa lebih dari itu,” ujarnya.

Kemudian, pada hari ini juga Jamkrindo memperkenalkan secara resmi susunan dewan direksinya yang baru. Secara keseluruhan dalam pergantian tersebut tidak dilakukan perombakan besar-besaran, melainkan menambah jumlah dewan direksi dari semula empat orang kini menjadi lima orang. (ria)

BERITA TERKAIT

XL Bukukan Rugi Bersih Rp 3,29 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan rugi bersih hingga Rp 3,29 triliun. Perseroan…

Danai Belanja Modal - Adhi Karya Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai proyek baru, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi…

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District - Kontrak Senilai Rp2 Triliun

Pollux Properti Tunjuk Kontraktor Utama Gangnam District Kontrak Senilai Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Salah satu proyek properti multi fungsi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…