Danareksa Invesment Targetkan Dana Kelola Rp 16 Triliun - Tambah Produk Baru

NERACA

Jakarta-PT Danareksa Investment Management menargetkan dana kelola sebesar Rp15-Rp16 triliun pada tahun 2013. "Pencapaian dana kelolaan tersebut berasal dari penambahan unit penyertaan produk reksa dana yang sudah ada atau subscription,”kata Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari di Jakarta, Selasa (22/1).

Menurutnya, angka tersebut meningkat sekitar 20% dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp13,8 triliun. Selain adanya penambahan produk, dan reksa dana saham, kondisi pasar saat ini juga ikut mempengengaruhi pertumbuhan dana kelolaan tahun ini.

Dia menuturkan, target kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini yang diperkirakan sekitar 15% akan berpengaruh terhadap pertumbuhan reksa dana. Terlebih dengan tingkat inflasi dan suku bunga yang cukup positif tahun ini.”Tahun ini konsesus, namun bila dilihat dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga dan GDP yang baik, dengan target indeks tumbuh sebesar 15%, kami yakin pertumbuhan reksa dana juga masih baik.” jelasnya.

Meskipun demikian, perkembangan investasi ke depan, tidak terkecuali reksa dana juga dipengaruhi oleh beberapa sentimen dari luar, seperti pertumbuhan ekonomi Eropa yang belum stabil dan dari domestik sendiri masalah kenaikan harga pada BBM.

Saat ini menurut dia, Danareksa memiliki beberapa produk investasi reksa dana syariah, reksa dana konvensional, reksa dana penyertaan terbatas, KIK EBA dan KPD. Asal tahu saja, total industri dana kelolaan reksa dana secara keseluruhan per 16 Januari 2013 sebesar Rp35,613 triliun untuk pendapatan tetap. Sedangkan saham Rp68,794 triliun, pasar uang Rp12,227 triliun, dan campuran Rp20,717 triliun.

Sementara, untuk jumlah reksa dana pendapatan tetap sebanyak 115, untuk saham 93, pasar uang sebanyak 32 dan campuran 98. Sehingga jumlah reksa dana per 16 Januari 2013 sebanyak 338 untuk reksa danaa konvensional. (lia)

BERITA TERKAIT

Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk…

Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…