Perkara Arbitrase SIAC Dinilai Tidak Tepat - BORN Lakukan Perlawanan

NERACA

Jakarta – Kasus sengketa saham grup Samin Tan dengan grup Transasia Limited soal transaksi jual beli saham PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), yang bakal berujung kekalahan Samin Tan dengan kehilangan terhadap saham di PT Borneo Lumbung Energy dan Metal Tbk (BORN), langsung dibantah manajemen perseroan.

Direktur Utama BORN Alexander Ramlie mengatakan, perkara arbitrase SIAC No. ARB001/12/FL baru saja didengar pokok perkaranya pada tanggal 14-16 Januari 2013 di Maxwell Chamber, 3 Temasek Ave #16-01 Centennial Tower Singapore 039190, “Sepengetahuan BORN perkara tersebut belum diputuskan dan Tergugat belum menerima kesimpulan atau keputusan Arbitrase SIAC atas pokok perkara tersebut," katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (22/1).

Dia menambahkan, BORN selama ini tidak menjawab atau menanggapi pokok perkara Arbitrase SIAC itu. Pasalnya, BORN dan kuasa hukumnya berpendapat perkara Arbitrase SIAC tidak tepat oleh karena hukum yang mengatur atas permasalahan itu adalah hukum Indonesia dan merupakan kewenangan pengadilan di Indonesia.

Selain itu, perusahaan milik grup Samin Tan itu bukan merupakan pihak yang termasuk dalam perjanjian yang menjadi dasar tuntutan oleh penggugat. Hal ini sudah disampaikan oleh BORN melalui kuasa hukumnya kepada SIAC sejak awal upaya tindakan hukum ini dilakukan oleh penggugat, yaitu Transasia Minerals Limited dan Bondline Limited.

Pada Desember 2009, BORN sebagai pihak pembeli 99,99% saham atau kepemilikan di PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) telah membayar secara penuh kepada Penggugat seluruh harga pembelian saham yaitu sebesar US$ 175 juta.

Transasia dan BORN sudah menandatangani akta pengalihan saham atau kepemilikan di AKT yang dibuat dihadapan Notaris pada April 2008 dan kedua belah pihak telah melaksanakan segala ketentuan dan tindakan hukum untuk mengesahkan transaksi jual beli tersebut."Dengan demikian, transaksi jual beli yang dimaksud selesai, tuntas dan sempurna sehingga sejak tanggal tersebut BORN menjadi pemilik 99,99% saham AKT secara sah dan final," imbuhnya.

Kata Alexander Ramlie, perkara Arbitrase SIAC ini adalah mengenai tuntutan pembayaran tambahan sebesar US$ 10 juta. Dana itu merupakan denda keterlambatan dengan tenggat waktu pada 21 Desember 2009. Merasa keberatan dengan tidak dibayarkannya denda tersebut, Transasia dan Bondline selaku pemilik AKT sebelumnya, mengajukan arbitrase ke SIAC.

Sebagai informasi, disebutkan SIAC telah mengeluarkan putusan interim atas sengketa grup Samin Tan dengan grup Transasia Limited terkait transaksi jual beli saham PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) milik BORN.

Putusan interim yang dikeluarkan pada akhir 2012 tersebut, menyatakan menolak seluruh bukti-bukti yang diajukan oleh grup Samin Tan dan memenangkan grup Transasia. SIAC memutuskan bahwa grup Samin Tan terbukti belum melunasi sisa pembayaran sebesar US$ 10 juta atas transaksi pembelian saham AKT melalui BORN yang seharusnya telah dibayarkan selambat-lambatnya pada 21 Desember 2009. (bani)

BERITA TERKAIT

Klaim Fireworks Jadi Pemegang Hak Tagih Tunggal Dinilai Tidak Benar

Klaim Fireworks Jadi Pemegang Hak Tagih Tunggal Dinilai Tidak Benar NERACA Jakarta - Klaim Fireworks Ventures Limited sebagai pemegang tunggal…

Fitch Sebut APLN Tidak Layak Investasi

Bila sebelumnya lembaga peringkat internasional Moody's Investors Service menurunkan peringkat PT Agung Podomoro Land Tbk menjadi B2 dari sebelumnya B1,…

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis

Perusahaan Indonesia Suka Arbitrase Selesaikan Sengketa Bisnis   NERACA Jakarta - Ahli hukum Wincen Santoso melihat dalam beberapa tahun terakhir ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Genjot Pertumbuhan KPR, BTN Gandeng TNI

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperluas kerjasamanya. Setelah awal…

Perluas Inklusi Keuangan Lewat Inovasi Layanan Kekinian

Istilah fintech (Financial Technology)  kini bukan hal yang asing didengar seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri digital saat ini. Bergerak dinamis perubahan industri…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…