Pasar Infrastruktur Positif, Saham Semen Gresik Ikut Terkerek - Rekomendasi Beli

NERACA

Jakarta- Setelah sempat mencapai level 16.000, kemudian sempat mengalami koreksi di kisaran 15.300, saham SMGR dinilai masih akan prospektif di tahun ini. Kata analis PT Trust Securities, Reza Priyambada, kinerja saham semen seiring dengan perkembangan sektor infrastruktur dan properti. "Selama proyek infrastruktur dan properti masih bertumbuh maka semen pun ikut terpengaruh." Ujarnya di Jakarta kemarin.

Meskipun demikian, lanjut Reza, hal tersebut akan sangat bergantung dari kondisi market. Terlebih, SMGR termasuk dalam kategori big cap yang biasanya paling rentan jika timbul sentimen-sentimen sehingga bisa dimungkinkan terjadi penurunan yang cukup banyak.

Dia memproyeksikan, setelah saham SMGR mampu berada di level 16.000, itu artinya berpeluang mengalami penguatan. Namun, sejauh ini pihaknya merekomendasikan buy terhadap SMGR. "Setelah target di level 16.000 tercapai, mungkin mereka akan coba untuk menuju ke 18.000." jelasnya.

Sementara Manager Head of Equity Research Samuel Sekuritas, Adrianus Bias mengatakan, sepanjang tahun ini saham SMGR akan mampu berada di harga Rp17.500. "Secara fundamental mereka, saya prediksikan harga saham mereka di tahun ini di harga Rp17.500, tapi itu tidak dapat dijadikan sebagai patokan," ungkapnya.

Stock Split

Menurut dia, rencana SMGR untuk memecah nilai saham dinilai akan memberikan sentimen positif terhadap kinerja saham perseroan ke depan. “Rencana tersebut akan memberikan sentimen positif dan menambah likuiditas terhadap saham.” ujarnya.

Langkah stock split, lanjut dia, direncanakan perseroan sebagaimana kebijakan pihak manajemen. Karena itu, rencana tersebut dapat menjadi panduan emiten ke depan yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja saham tersebut.

Sebelumnya, SMGR berencana akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) apabila saham perseroan sudah mencapai harga di atas Rp20.000, atau dengan rasio 1:5. Pihak manajemen mencatat, dari Januari hingga 19 Desember 2012 (year to date), saham SMGR membukukan kenaikan hampir mencapai 39%, melampaui kenaikan IHSG yang sekitar 12,25%.

Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto mengatakan, untuk melakukan stock split hanya dimungkinkan apabila harga saham lebih dari dua puluh ribu. Stock split tersebut dimaksudkan agar dapat menyerap lebih banyak investor dan mendapatkan harga yang lebih likuid.

Secara fundamental, perseroan membukukan pendapatan di kuartal ketiga 2012 sebesar Rp13,6 triliun atau meningkat 17,7% dibanding periode yang sama tahun lalu, sedang laba bersih perseroan meningkat 22,8% menjadi Rp3,38 triliun.

Sementara hingga November 2012, perseroan mencatat penjualan sebesar 20,4 juta ton atau tumbuh 14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Konsumsi semen domestik mengalami pertumbuhan sebesar 14,8% menjadi 49,8 juta ton.

Sebagai informasi, Semen Gresik tercatat menguasai pangsa pasar domestik sebesar 40,8%. Terjadinya peningkatan secara fundamental tersebut mengerek kinerja saham di lantai bursa naik sebesar 741% dalam tujuh tahun terakhir. (lia)

BERITA TERKAIT

Setelah Baja, Giliran Semen Lokal Dihantam Semen China

Oleh: Djony Edward Seperti ayam mati di lumbung padi. Itulah nasib industri strategis kita, seperti industri baja dan semen yang…

Bantah Kendalikan Harga Saham - Bliss Properti Siap Tempuh Jalur Hukum

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) angkat bicara soal tuduhan soal mengendalikan harga saham yang…

Alokasikan Dana Rp 1,2 Triliun - Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, beberapa perusahaan masih mengandalkan aksi korporasi buyback saham. Hal inilah yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Libur Sekolah dan Lebaran - Laba Bersih ROTI Melesat Tajam 153,82%

NERACA Jakarta – Emiten produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan…

Benahi Fundamental Bisnis - KS Rencanakan Tiga Anak Usahanya Go Public

NERACA Jakarta – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal atau go public cukup besar, namun sayangnya dari sekian…

Permintaan Obligasi Indosat Capai 1,7 Kali

NERACA Jakarta  -Aksi korporasi PT Indosat Tbk (ISAT) menerbitkan surat utang senilai total Rp 3,38 triliun yang terdiri dari obligasi…