Dongkrak Penjualan, MNC Land Bangun Resort di Lombok

NERACA

Jakarta – Bisnis industri pariwisata di Indonesia, dinilai pasar yang masih menjanjikan dengan kondisi kekayaan alam Indonesia. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan kondisi tersebut. PT MNC Land Tbk (KPIG), sebagai perusahaan properti dari Grup MNC akan membangun kawasan pariwisata terpadi di Lombok.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, Selasa (22/1). Disebutkan, perseroan bekerjasama dengan PT Gobel International akan membangun kawasan pariwisata terpadu Resort Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Diharapkan melalui kerjasama tersebut, akan membuat resort Mandalika di Lombok sebagai kawasan high-end ecotourism resort berkelas internasional. Pada tahap I, MNC Land akan membangun hotel dan resort, lapangan golf dan pemukiman golf, serta pemukiman di kawasan pantai yang keseluruhan dibangun di atas lahan seluas 164 Ha dari total seluruh lahan seluas 1.250 Ha di kawasan tersebut.

Untuk menjadikan Mandalika Resort sebagai high-end ecotourism Resort, MNC LAND telah menggandeng Grup Club Mediterrannee untuk mengelola sebuah resort di kawasan Mandalika Resort. Club Med adalah pengembang, pemilik dan operator dari semua resort holiday villages yang sudah terkenal sebagai salah satu operator hotel dan resort yang diakui oleh dunia internasional.

Kerja sama antara MNC Land dan CLUB MED direalisasikan dengan ditandatanganinya Framework Agreement pada Selasa, (22/) kemarin oleh CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo dan Bapak Henri Giscard d’Estaing, Chairman Club Mediterranee. Kerja sama ini meliputi tidak hanya pengelolaan Mandalika Resort di Lombok, tetapi juga potensi untuk di seluruh Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…