BEI Targetkan 5000 Investor Lokal di Yogyakarta

NERACA

Yogyakarta - PT Bursa Efek Indonesia menargetkan sekitar 5000 investor lokal di Yogyakarta di pertengahan 2013, “Kita optimis, sekitar 5000 investor lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta di pertengahan tahun ini,”kata Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PPIM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor kemarin.

Menurutnya, keoptimisan target investor tercapai dikarenakan pertumbuhan iklim perekonomian Indonesia perlahan mulai membaik. Jumlah tersebut, lanjutnya, akan meningkat 5,53% dari 2012 yang telah tercatat sekitar 4.738 investor lokal.

Kata Irfan, keyakinan untuk mendapatkan peningkatan pada tahun ini antara lain terdorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksikan membaik tahun ini. Bahkan, kata dia, tahun ini pertumbuhan ekonomi tersebut menempatkan Indonesia pada urutan ke-tiga negara-negara di Asia setelah India dan China, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membuat kami optimistis bahwa pasar modal Indonesia juga akan semakin terdorong tumbuh,”ujarnya.

Dengan efek pertumbuhan tersebut, kata dia, bahkan tahun ini investor asing sangat tertarik dan mulai masuk ke Bursa Indonesia. Saat ini tercatat sekitar Rp2,5 triliun dana asing masuk ke Bursa Indonesia dalam medio 2 hingga 9 Januari 2013.

Dengan investor asing masuk dan melakukan "net buy" maka cenderung membuat harga saham naik serta Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) akan semakin tumbuh sehingga dimungkinkan untuk menarik minat investor lokal baru untuk masuk bursa, "Kami berharap ini selalu menjadi sentimen positif bagi investor lokal sehingga dapat selalu terdorong bertumbuh,”tukasnya.

Namun demikian, kata dia, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya di DIY terkait mekanisme investasi yang benar harus tetap digalakkan. Hal ini sangat beralasan karena masih banyak penipuan berkedok investasi dan karena itu, tidak ada kata cukup untuk mensosialisasikan cara berinvestasi yang benar.

Dia mengatakan, dalam upaya menjaga animo investasi masyarakat tersebut, PIPM DIY juga melakukan sosialisasi berkelanjutan bagi masyarakat yang telah menjadi investor melalui "Investor Gathering. Asal tahu saja, saat ini investasi telah menjadi suatu kebutuhan iklim investasi masyarakat. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok - Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah

‎BPKP Targetkan Audit Enam OPD Terbesar APBD 2018 Kota Depok Selain ‎Audit Dana Bansos dan Hibah NERACA Depok - ‎Badan…

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8 NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan tahun ini kembali meraih…

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019

BPN Banten Targetkan Pendaftaran Tanah 272.710 Bidang Pada 2019 NERACA Serang - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…