Gencar Akuisisi, Metland Bidik Penjualan Rp1,1 Triliun

NERACA

Jakarta-Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menargetkan penjualan sebesar Rp1,1 triliun pada tahun 2013. "Sebagian besar disumbang dari residensial, sekitar 65%, antara lain Metland Puri, sedang sisanya dari komersial landed." kata Sekretaris Perusahaan MTLA, Olivia Surodjo di Jakarta, Selasa (22/1).

Menurut dia, saat ini perseroan sedang mengerjakan beberapa proyek properti, dan akan melakukan pengembangan atau akuisisi. "Saat ini metland memiliki lima proyek residensial yang berada di daerah timur Jakarta, antara lain Metland Tambun, Menteng, Cibitung, Cileungsi, dan Transyogi,”ujarnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, perseroan tengah fokus pada pembebasan akuisisi lahan untuk 2-3 tahun ke depan. Sementara untuk proyek komersial yang sedang dalam pembangunan, kata Olivia adalah pusat perbelanjaan yang menyasar kalangan atas di Bekasi, Grand Metropolitan, yang konstruksinya sudah dimulai Oktober 2011.

Selain itu, pembangunan M Gold Tower, apartemen dan perkantoran strata di Bekasi yang dimulai oktober 2012, serta pembangunan hotel @HOM Metland kedua, yaitu @HOM Cirebon.

Adapun untuk Metland Puri di Cipondoh Tangerang, masih dalam proses pengerjaan jalan layang. Pra penjualan Metland Puri direncanakan pada kuartal ketiga 2013. Sementara untuk proyek hotel Seminyak telah rampung dan telah diresmikan beroperasi mulai 1 Desember 2012.

Untuk mendukung kinerja perseroan, menurut Olivia, perseroan menganggarakan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 850 miliar pada tahun 2013 yang diambil dari internal kas dan pinjaman perbankan. "Sebagian besar dana Capex digunakan untuk pusat perbelanjaan, Grand Metropolitan atau sekitar Rp 200 miliar." jelasnya.

Selain itu dana tersebut juga akan digunakan untuk akuisisi lahan di Jabodetabek sebesar Rp130 miliar, sekitar Rp235 miliar digunakan infrastruktur dan pengembangan proyek baru, Rp65 miliar untuk Hotel Horison Bekasi, Rp 50 miliar untuk Hotel Horison di Jakarta, Rp 100 miliar untuk M Gold Tower dan sisanya untuk pengembangan usaha properti.

Hotel Budget

Direktur Utama Metland, Nanda Widya mengatakan, industri prosperti masih akan prospektif di Tahun 2013. Hal tersebut didasarkan pada tingginya kebutuhan hunian, yang tercatat mengalami pertumbuhan 5-10% tiap tahun.

Karena itu, pihaknya berupaya mencari sejumlah lahan potensial untuk pengembangan bisnis hotel budget. Saat ini hotel budget yang dibangun antara lain di Tambun, Bekasi, Cirebon, Jawa Barat, dan Lampung. "Kita akan pilih kota-kota yang potensial seperti Palembang, Jawa, dan beberapa kota lainnya," ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga berencana untuk melakukan diversifikasi dan sedang menjajaki kemungkinan bisnis di luar hotel, mal, dan apartemen, seperti masuk pada kawasan industri. Melihat peluang dan permintaan yang dinilai masih tinggi tersebut, Metland pun berencana menyiapkan rencana konstruksi penambahan kamar di hotel horison Bekasi dan Jakarta serta hotel@HOM Lampung pada tahun 2013.

Kinerja Perseroan

Sebagai informasi, hingga kuartal ketiga 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp131,3 miliar atau meningkat 24% dari tahun sebelumnya sebesar Rp105,6 miliar. Total pendapatan tercatat terbesar Rp482,7 miliar atau meningkat 26% dari tahun lalu sebesar Rp384,5 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan properti residensial, properti komersial strata title Horison Seminyak, serta penyewaan properti komersial mal dan hotel. Pihaknya mencatat, pendapatan dari penjualan properti tercatat cukup signifikan, yaitu mencapai 69% atau sebesar Rp335,3 miliar.

Selain itu, pencapaian pendapatan perseroan juga ditopang oleh pendapatan berkelanjutan dari mal Metropolitan, hotel Horison Bekasi, dan hotel @HOME Tambun. pendapatan berkelanjutan Metland sampai dengan kuartal ketiga 2012 tercatat sebesar Rp147,3 miliar.

Tingkat hunian hotel horison bekasi sampai periode ini tercatat 87,4%. Lokasi yang strategis dan fasilitas ruangan untuk MICE (meeting, incentive, conference, dan event) dinilai menjadi nilai jual penting bagi hotel Horison Bekasi, sedangkan untuk mal Metropolitan tercatat telah tersewa penuh dengan tingkat okupansi sebesar 99,6%. (lia)

BERITA TERKAIT

DSNG Akuisisi Perusahaan Sawit - Nilai Transaksi Bengkak Jadi Rp 2,1 Triliun

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan produksi lebih besar lagi, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) akan mengakuisi PT Bima Palma…

Rambah Bisnis Air Bersih - RAJA Siapkan Dana Akuisisi US$ 1,6 Juta

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di tahun depan, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menambah lini bisnis baru di sektor…

BPJS Ketenagakerjaan Serang Bidik Pekerja Sektor Kehutanan

BPJS Ketenagakerjaan Serang Bidik Pekerja Sektor Kehutanan NERACA Serang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang membidik pekerja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…