Rumah Kayu ala Tanjung Batu Seberang

Back to Nature. Kalimat pendek itulah yang menjadi angan-anagn banyak orang yang menginginkan bentuk rumah yang alami, serba terbuat dari bahan alam. Dan kayu merupakan pilihan yang dianggap pas, selain dari bahan bebatuan.

Rumah kayu memang terkesan mahal, klasik, tapi juga eksotis. Biasanya, rumah kayu ini memilih alur tradisional kedaerahan. Kendati demikian, bisa saya rumah kayu yang kita kehendaki bergaya minimalis modern atau kontemporer. JIka ada gambar detilnya, kita bisa mempekerjakan tukang kayu, atau ada sejumlah perajin tradisional yang siap membantu mewujudkan impian kita memiliki rumah kayu. Salah satu contohnya perajin rumah kayu di Desa Tanjung Batu Seberang, di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sekiar 1,5 jam perjalanan darat dari Palembang. Perajin rumah kayu legendaris di sana bernama Usang Sungging.

“Desa itu ,merupakan sentra kerajinan rumah kayu yang telah berlangsung turun-temurun sejak zaman Kerajaan Sriwijaya,” tutur Aryanto, seorang keluarga perajin di sana, kepada Neraca, awal pekan kemarin. Menurut dia kebanyakan yang dibuat memang rumah panggung gaya Palembang. Namun, kata dia, pada dasarnya semua jenis rumah tradisional di seluruh Indonesia bisa dibuat.

Rumah kayu made in Tanjung Batu Seberang itu terbuat dari kayu berkualitas hingga awet dan tahan lama. Dia pun menyontohkan rumah-rumah panggung di Sumatera Selatan sudah berusia lebih dari seratus tahun. Asal terawat, bisa awet sampai sekarang. Kayu-kayu pilihan itu antara lain jenis meranti, meranti merah, kayu seru atau puspa, juga borneo.

Bahkan, rumah kayu knock down tersebut dapat dipesan. Masa tunggu (indent) sekitar 3,5 bulan. Modelnya tidak hanya rumah panggung Palembang, tapi juga rumah kayu tradisional kedaerahan dari lain di seluruh Nusantara. Misalnya rumah gaya Betawi, model Limasan, joglo, dan gebyok di Jawa Tengah dan Yogyakarta,

Rumah panggung Betawi berukuran 8,5 x 7,5 m2 dengan tiga kamar tidur, misalnya, ditawarkan dengan harga Rp99 juta atau Rp1,65 juta per meter persegi. Sedangkan rumah panggung tipe 48 plus dijual dengan harga Rp79,2 juta. Rumah tipe 48 plus itu terdiri atas 2 kamar tidur, ruang tamu, dan ruang keluarga.

Ada sejumlah tipe yang bisa dipesan. Di antaranya, model gazebo, rumah tipe 12, 20, 38, 42, 48, 52, 54, 60, 80, 88, juga mushola. Untuk rumah betawi misalnya, dengan spesifikasi rangka utama dari kayu seru, rangka atap juga kayu seru. Kusen pintu dan jendela dipilih dari kayu meranti, demikian juga daun pintu dan jendelanya. Sedangkan lantai menggunakan kayu meranti atau sejenisnya, khusus dindingnya memakai kayu meranti merah. (saksono)

BERITA TERKAIT

Menilik Menteri Muda Ala Jokowi

Oleh: Zainal C. Airlangga Dalam banyak kasus, anak muda kerap kesulitan mendapat tempat dalam jabatan politik apalagi untuk pos sekelas…

Solusi Ketahanan Pangan Ala Rumah Zakat

    NERACA   Jakarta – Ketahanan pangan masih menjadi tugas pemerintah untuk menjaga agar ketersediaan pangan bagi masyarakat tercukupi.…

Bangun Rumah Tapak di Tangsel - KOTA Optimis Bisnis Properti Masih Tumbuh

NERACA Jakarta – Bisnis properti yang lesu tidak menyurutkan rencana ekspansi bisnis PT DMS Propertindo Tbk (KOTA). Resmi melantai di Bursa…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah

Kebijakan Relaksasi Pajak Bisa Lesatkan Apartemen Kelas Atas dan Mewah NERACA Jakarta - Kebijakan relaksasi pajak yang baru dikeluarkan oleh…

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China

Investasi Properti Diperkirakan Terdampak Perang Dagang AS-China   NERACA Jakarta - Investasi sektor properti diperkirakan bakal terdampak perang dagang antara Amerika…

Properti di Indonesia Bakal Meningkat Pascapemilu

Properti di Indonesia Bakal Meningkat Pascapemilu NERACA Jakarta - CEO Crown Group (pengembang properti di Australia) Iwan Sunito mengatakan bisnis…