Kembangkan Pasar Obligasi Perlu Riset Andal Dan Edukasi - BondRI Tawarkan Kebutuhan Investor

NERACA

Jakarta - Aktivitas pasar modal memiliki peranan penting dalam menumbuh kembangkan perekonomian nasional. Besarnya peran dan fungsi pasar modal, tentunya perlu didukung dengan sumber daya manusia yang efektif dan mampu mengelola dinamika pasar modal yang kompleks dengan beragam investasi.

Maka menjawab itu semua, kehadiran BondRI atau Bond Research Institute yang beroperasi di bawah naungan PT Efek Pakarindo memberikan angin segar dalam ranah jasa keuangan dan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BondRI, Tumpal Sihombing mengatakan, BondRI menjanjikan untuk dapat menyediakan kebutuhan informasi dan data yang akurat dan kredibel berbasiskan pada riset dan jasa pengembangan kapasitas sumber daya manusia, “Para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dapat memanfaatkan layanan BondRI sebagai penyedia data dan informasi yang akurat dan terpercaya karena BondRI didukung oleh para profesional handal yang berpengalaman dengan latar belakang akademik yang relevan dan kuat dibidangnya,”katanya di Jakarta, Senin (21/1).

Dia mengungkapkan, selain layanan data dan informasi yang akurat, BondRI juga menyediakan program edukasi best practice data dan informasi dalam rangka menggali potensi para pelaku pasar ke level terapan.

Tentunya, lanjut Tumpal, edukasi ini dapat menjadi referensi ilmu bagi para pelaku jasa keuangan dan pasar modal dalam mengambil keputusan dengan tepat terkait dengan investasi yang dimilikinya, “Kami memberanikan diri menjadi lembaga yang pertama fokus kepada riset dan edukasi dibidang obligasi dan fixed income. Kami berharap apa yang kami kerjakan akan menjadi added values baik bagi investor, ataupun bagi perkembangan pasar modal indonesia yang lebih sehat dan rasional,”ungkapnya.

Harus Sinergi

Sementara Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Frederica Widyasari Dewi menyambut positif kehadiran Bond Research Instititute, “Pengembangan sumber daya manusia yang handal, kapabel dan memiliki keahlian di industri pasar modal diharapkan dapat memperkuat pengembangan pasar modal Indonesia,”ujarnya.

Menurutnya, kehadiran BondRI dapat mendukung dan bersinergi dengan program-program pengembangan pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh pihak regulator, SRO dan pelaku pasar. Salah satu tantangan utama pihak regulator adalah upaya untuk memperkuat pasar modal.

Oleh karena itu, kehadiran BondRI ini dinilai positif dan diharapkan dapat menjaga integritas & independensi. Kemudian Anggota Komisi XI DPR RI, Melkias Mengkeng menyakini, kehadiran BondRI sebagai lembaga yang bisa memadukan antara aspek bisnis dengan edukasi yang akan membawa manfaat bagi perkembangan dunia investasi di pasar modal. “Investor di pasar obligasi tidak hanya memerlukan keamanan atas pengembalian pokok obligasinya, tapi juga yang paling penting adalah likuiditas investasi,”tandasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, OJK memberikan perhatian pada pengembangan pasar Obligasi. Disampaikannya, kurang berkembanganya obligasi korporasi dibandingkan dengan obligasi pemerintah, baik dari sisi nilai maupun transkasi, salah satunya bisa jadi karena kekurangtahuan pelaku atau lembaga-lembaga yang menjadi investor obligasi.

Kata Firdaus, kehadiran BondRI sebagai lembaga riset ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi market dan dapat membantu para pelaku sehingga pada akhirnya akan membuat pasar menjadi lebih likuid dan berkembang,”Dengan nilai yang diusung sebagai penyedia data dan informasi yang akurat melalui riset dalam mendukung investasi, BondRI diyakini dapat berperan menjadi counterpart terpercaya bagi pelaku di industri jasa keuangan dalam mengembangkan industri dan pasar domestik agar semakin kuat dan solid dalam dalam mendukung perekonomian nasional,”harapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Produksi Jagung Ditegaskan Cukup Penuhi Kebutuhan Pakan

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian menegaskan produksi jagung selama empat tahun terakhir sudah mencukupi kebutuhan pakan ternak secara menyeluruh di…

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

PENAWARAN PERDANA SAHAM WAHANA INTERFOOD NUSANTARA

kiri ke kanan. Direktur Independen PT Wahana Interfood Nusantara Tbk Irma Suntita, Direktur Firman Budidarma, Direktur Utama Reinald Siswanto, Komisaris…

PELUNCURAN DUA MPV NISSAN

Model berfoto di samping dua MPV terbaru Nissan yakni All New Nissan Livina dan All New Nissan Serena usai peluncuran…

WAPRES TINJAU MRT

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat…