Dua Komisaris PT Jamsostek Dianggap Anti BPJS

NERACA

Jakarta – Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menolak dua orang komisaris PT Jamsostek dari unsur buruh karena mereka dianggap anti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), padahal mulai 1 Januari 2014, badan hukum BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sudah berubah menjadi badan hukum publik.

Dua komisaris yang dimaksud adalah Bambang Wirahyoso dan Mathias Tambing. Demikian isi pesan singkat yang diterimaNeracadari MPBI, Senin (21/1).

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa salah seorang dari mereka bahkan selalu mengancam akan menarik JHT (Jaminan Hari Tua) Jamsostek, tetapi malah diangkat sebagai komisaris. “Apakah ini berarti ada transaksional jabatan? Mereka berdua tidak berasal darimost representativeburuh dan tidak melalui tes yang transparan, terukur, dan jujur,” jelas Iqbal.

Bambang Wirahyoso adalah Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) sedangkan Mathias Tambing adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.

Iqbal memberikan tenggat waktu hingga akhir Januari 2013 kepada Jamsostek untuk mengganti kedua wakil buruh tersebut dengan orang-orang yang dianggap lebih representatif. Dia mengancam akan menduduki kantor pusat Jamsostek jika kedua orang tersebut tidak segera diganti.

Sementara itu, Presiden Konfederasi SerikatBuruhSejahtera Indonesia(KSBSI) Mudhofir mengatakan bahwa seharusnya Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk komisaris Jamsostek dari organisasi atau serikat buruh yang jelas, bila perlu memiliki sertifikasi. Apalagi, dua komisaris yang ditunjuk itu, kata dia, berasal dari organisasi yang selama ini menentang BPJS.

Mudhofir berpendapat, seharusnya komisaris yang dipilih berasal dari organisasi yang mendukung BPJS. "Transisi dari Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan itu sangat penting. Jangan sampai komisaris yang ditunjuk saat ini justru menghambat terbentuknya BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Untuk diketahui, MPBI adalah perkumpulan buruh dari tiga konfederasi besar serikat pekerja dan buruh, yaitu Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). MPBI adalah organisasi yang dianggap cukup merepresentasikan suara buruh.

BERITA TERKAIT

BPJS Ketenagakerjaan Serang Bidik Pekerja Sektor Kehutanan

BPJS Ketenagakerjaan Serang Bidik Pekerja Sektor Kehutanan NERACA Serang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang membidik pekerja…

Hari Antikorupsi Sedunia - Telkom Raih Dua Penghargaan dari KPK

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) raih dua penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Instansi dengan penerapan Laporan…

OJK Cabut Izin Usaha Dua Multifinance

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan kembali mencabut izin usaha dua multifinance, antara lain PT Tossa Salimas Finance…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BPS Klaim Desa Tertinggal Berkurang Ribuan

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2018, jumlah…

Kemenhub Kembangkan Konsep Integarasi Tol Laut

    NERACA   Jakarta - Dtjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengembangkan konsep tol laut yang terintregasi dan terkoneksi "end…

Mitsubishi Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik

NERACA   Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi…