Lunasi Utang Rp 3,98 Triliun, Indosat Jual Menara

NERACA

Jakarta- PT Indosat Tbk (ISAT) berencana akan menjual sejumlah menara, sebagai salah satu opsi untuk menutupi utang perseroan sekitar Rp 3,98 triliun. "Terkait pelunasan utang, hal itu masih dalam pengkajian. Kita akan lihat yang paling menguntungkan dan baik bagi perusahaan,”kata Direktur Keuangan PT Indosat Tbk (ISAT), Stefan Carlsson di Jakarta, Senin (21/1).

Dia mengatakan, penjualan menara oleh pihak perseroan masih akan dipertimbangkan perseroan. Meskipun demikian, saat ini diakui ada banyak pihak yang mengincar menara-menara Indosat.

Menurut dia, sejauh ini belum ada opsi lainnya untuk menutupi utang perseroan. Namun penjualan aset perseroan berupa menara dinilai memiliki nilai yang paling besar.

Ditargetkan, keputusan mengenai hal tersebut dapat dilakukan di tahun ini. Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya tidak menunjuk partner khusus dalam rencana penjualan menara tersebut. "Banyak yang sudah minat, tapi kita lihat saja mana yang paling menguntungkan," ujarnya.

Dia menambahkan, kompetisi antarpihak penyelenggara di tahun ini akan lebih berat dibanding tahun sebelumnya, namun masih dalam posisi normal. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan secara fokus menggarap pengembangan aplikasi.

Direktur Utama PT Indosat Tbk, Alexander Rusli mengatakan, adanya gugatan yang dilayangkan kepada pihak indosat tidak terpengaruh terhadap kinerja perusahaan. “Adanya kasus tersebut (pelanggaran penggunaan frekuensi 2,1 GHz oleh indosat dan IM2, red) tidak mempengaruhi kinerja operasional perusahaan secara material." jelasnya.

Menurut dia, kerja sama antara pihak Indosat dan IM2 telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu sebagai penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa telekomunikasi. Perjanjian kerja sama antara Indosat dan IM2 hanya mengatur kerja sama penggunaan jaringan telekomunikasi milik Indosat. Tidak ada ketentuan yang mengatur penggunaan bersama spektrum frekuensi radio.

Selain itu, selaku penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi, lanjut dia, pihaknya telah membayar biaya hak penggunaan (BHP), dan mendapat dukungan dari komunitas teknologi informasi komunikasi dan Menteri Kominfo terkait hal ini. Karena itu, pihaknya membantah secara tegas terjadinya tindak pidana korupsi terhadap Indosat, terlebih untuk membayar kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun.

Kinerja Perseroan

Sementara pada kuartal ketiga tahun 2012, perseroan tercatat membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,63 triliun, naik 55,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,05 triliun.

Terjadinya peningkatan laba tersebut ditopang meningkatnya pendapatan usaha pada periode yang sama sebesar 7,6 persen menjadi Rp16,51 triliun dari Rp15,35 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu. Peningkatan pendapatan usaha perseroan ini seiring naiknya beban usaha sebesar 13,2% menjadi Rp14,63 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,93 triliun.

Sedangkan, laba usaha tegerus 22,5% menjadi Rp1,88 triliun dari Rp2,42 triliun pada kuartal ketiga 2011. Selain itu, perseroan mencatat terjadinya peningkatan Ebitda sebesar 5,5% menjadi Rp7,65 triliun dari Rp7,25 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih per saham perseroan naik 55,5% menjadi Rp299,67 dari Rp192,73 per lembar saham pada akhir September 2011. (lia)

BERITA TERKAIT

SCMA Bukukan Pendapatan Rp 3,79 Triliun

NERACA Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berhasil membukukan pendapatan neto sebesar Rp3,79 triliun pada periode Januari—September 2018,…

Elnusa Raih Kontrak Baru Seismik Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah fluktuasinya harga minyak dunia, hal tersebut tidak membuat bisnis pengeboran PT Elnusa Tbk (ELSA) ikut…

BNI Raup Laba Rp11,4 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk meraup laba bersih Rp11,438 triliun pada kuartal III…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…