Dampak Banjir, BRI Optimalkan Jaringan Elektronik

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan mengoptimalkan seluruh sistem perbankan elektronik (e-banking/online banking) untuk mengantisipasi dampak banjir. "Kami selalu berkomitmen melayani nasabah dengan mengoptimalkan layanan melalui e-banking seperti sms banking (pesan singkat), anjungan tunai mandiri (ATM), dan electronic data capture (EDC)," kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhammad Ali yang dihubungi di Jakarta, Senin (21/1).

Menurut dia, untuk mengantisipasi berbagai gangguan sistem perbankan elektronik itu pihaknya menyiagakan sejumlah operator. "BRI akan memanfaatkan outlet mobile yang dimilikinya, yakni Teras BRI Keliling. Teras BRI Keliling dalam bentuk mobil ini dapat melayani seluruh kebutuhan nasabah, baik simpanan, pinjaman maupun layanan bank, seperti remitansi dan pembayaran tagihan listrik.

Selain itu, kata Ali, untuk mengamankan dokumen perusahaan pihaknya sudah menyiapkan beberapa perahu karet di unit kerja BRI yang mengalami bencana banjir. "Kami juga sedang menyiapkan beberapa prosedur untuk memastikan kelancaran operasional perbankan, seperti prosedur penggantian uang yang rusak karena banjir," ujar dia.

Sejak banjir melanda Jakarta, kata Ali, BRI telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat, seperti bantuan perahu karet, makanan, obat-obatan maupun pakaian di enam daerah banjir. Sebelumnya, sebanyak 50 kantor layanan BRI di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tidak dapat beroperasi normal Kamis lalu karena banjir melanda Jakarta dan daerah sekitarnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik

Kemendagri Perketat Pengawasan Cegah Jual Beli Blanko KTP Elektronik NERACA Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperketat pengawasan internal…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…