BCA Finance Segera Terbitkan Obligasi Rp2,5 T - Targetkan Laba Bersih Naik 10%

NERACA

Jakarta - PT BCA Finance, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk yang bergerak di sektor pembiayaan (multifinance), merencanakan penerbitan surat utang atau obligasi berkelanjutan tahap dua senilai Rp2,5 triliun. Direktur Utama BCA Finance, Roni Haslim, menuturkan penerbitan kupon obligasi ini lantaran melihat kondisi perekonomian yang bagus.

“Kalau kupon dan harga bagus, ya, kita akan segera keluarkan," ujar Roni singkat, di Jakarta, Senin (21/1). Dia juga memperkirakan, penerbitan obligasi ini akan dilakukan sekitar kuartal I atau kuartal II 2013. Hal itu dikarenakan BCA Finance masih memiliki sisa obligasi tahun lalu yang belum diterbitkan, serta pihaknya masih memiliki waktu dua tahun untuk menerbitkan.

Sebelumnya, BCA Finance menawarkan obligasi berkelanjutan dengan total nilai Rp3,5 triliun. Pada tahap pertama, perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun. Dana dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk menyalurkan pembiayaan.

Obligasi berkelanjutan BCA Finance tahap pertama ini terbagi dalam lima seri, yaitu seri A berjangka waktu 370 hari, seri B 24 bulan, seri C 24 bulan, seri D 36 bulan dan seri E 48 bulan. Roni Haslim juga mengakui bahwa sejak terjadinya banjir pada 17 Januari lalu, pembiayaan mereka turun sebesar 50%.

"Akibat banjir kami telah mengalami penurunan pembiayaan sebesar 50% di daerah Jabodetabek," jelasnya. Akan tetapi, kata dia, di luar Jabodetabek bisa dipastikan penyaluran pembiayaan tidak terganggu. Penurunan tersebut juga disebabkan beberapa kantor cabang BCA Finance tutup. Sementara dirinya mengklaim sebanyak 45% dari total pembiayaan perseroan berada di wilayah Jabodetabek.

Terkait kinerja, PT BCA Finance menargetkan laba bersih (net profit) sebesar Rp820 miliar tahun ini atau naik 10% dibanding tahun lalu sebesar Rp730 miliar. Sementara pembiayaan di 2013 ditargetkan sebesar Rp30 triliun, naik 23% dibanding 2012 sebesar Rp24,6 triliun dengan kredit macet kurang dari 0,5%.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil dan meningkatnya daya beli masyarakat akan mendorong meningkatnya pembelian mobil baru maupun bekas," terangnya. Hingga Desember 2012, BCA Finance telah membiayai 160 ribu unit mobil, baik mobil baru maupun bekas. Tahun ini, BCA Finance menargetkan akan membiayai 200 ribu unit mobil baru dan bekas.

Sedangkan pangsa pasar atau market share BCA Finance baru mencapai 10% dengan pembiayaan terhadap mobil baru sebanyak 70% dan 30% mobil bekas. Untuk mengembangkan bisnisnya, BCA Finance juga berencana menambah enam kantor cabang lagi yang mayoritas akan dibuka di Indonesia bagian Timur. Saat ini BCA Finance memiliki 48 cabang yang tersebar di 48 kota.

Rekor MURI

Asal tahu saja, perseroan meraih rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) atas program "Fix and Cap Tenor 6 Tahun" dengan bunga tetap. Program yang baru diluncurkan anak usaha BCA itu menawarkan bunga tetap untuk tahun pertama hingga ke empat 5,55%, sedangkan dua tahun berikutnya, yakni 6,55%.

Di mana, selama enam tahun itu, konsumen mendapatkan bebas asuransi kerugian total (total loss only/TLO). Roni bilang, program ini diluncurkan seiring tren mobil ramah lingkungan bermesin kecil dengan harga terjangkau atau low cost green car (LCC) yang akan diterapkan di Indonesia.

"Meski peraturan belum keluar tapi beberapa ATPM sudah siapkan model LCC. Jadi, kami sebagai penunjang industri mobil wajib siapkan. Jadi, saat peraturan keluar kita siap. Kalau tidak disetujui, hampir semua ATPM fokus pada city car dengan harga yang murah. City car, kan, pasarnya besar," ujarnya.

Dengan adanya program ini, sambung Roni, memungkinkan konsumen dengan gaji Rp 6-10 juta per bulan bisa memiliki mobil. Pasalnya, angsuran dengan tenor enam tahun ini lebih murah 10% dibandingkan tenor lima tahun.

Untuk sumber dana, BCA Finance memiliki komitmen pembiayaan sebesar Rp1 triliun dari BCA. Roni pun yakin dengan program ini maka perseroan dapat membiayai 200 ribu unit kendaraan pada tahun 2013 ini dengan pembiayaan sebesar Rp30 triliun atau naik 23% dari tahun sebelumnya.[dias]

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik…

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Dalam rangkaian acara IMF - World Bank Annual…

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Prediksi Nilai Tukar Rupiah Rp14.800-15.200 Per Dolar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengestimasi nilai tukar Rupiah per dolar AS sepanjang 2019 akan…

BTN Jalin Kerjasama dengan KOI - Program Satu Juta Rumah

      NERACA   Jakarta - Sejalan dengan komitmen menyukseskan Program Satu Juta Rumah dan mendukung kesejahteraan para atlet…

Maybank Sediakan Fasilitas Pinjaman Rp3 Triliun untuk AP II

      NERACA   Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) meningkatkan kemitraan strategis dengan PT Angkasa…