Penjualan Mobil Bekas Anjlok - Dampak Banjir

NERACA

Jakarta - Penjualan kendaraan di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta anjlok sekitar 80% selama sepekan terakhir akibat banjir yang menggenai sebagian besar wilayah di Ibu Kota. Herjanto Kosasih, Manager Senior Pemasaran Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta, menuturkan hampir tak ada ativitas perdagangan di tempat usahanya ketika banjir melanda Jakarta dan sekitarnya.

Apabila dalam sepekan rata-rata penjualan di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua mencapai 500 unit, maka pada pekan lalu hanya sekitar 100 unit atau turun 80%. “Selama seminggu kemarin kami diam di tempat. Memang diler kami tidak kena banjir, karena berada di lantai 3, tapi karena banjir dari biasanya kami busa jual 500 unit, ini Cuma 100 unit,” terangnya di Jakarta, Senin (21/1).

Untungnya, lanjut Herjanto, dalam dua pekan pertama Januari penjualan mobil bekas melesat hingga 2000 unit. Karenanya, dia tetap optimistis target penjualan di kisaran 2.300-2.500 unit bisa tercapai. “Kami menargetkan penjualan pada tahun ini 30.000 unit. Optimis bisa tercapai,” tegasnya.

Herjanto tetap yakin target penjualan yang dibuatnya bisa terlampaui dan tidak takut tersaingi pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC). Sebab, LCGC yang akan dirilis oleh sejumlah principal rata-rata modelnya citycar, yang target pasarnya berbeda dengan mobil bekas.“Mobil bekas punya market sendiri, jadi (LCGC) seharusnya tidak berpengaruh. Kecuali LCGC-nya model kaya Xenia (MPV), baru dampaknya ramai dan bisa sepi pasar kami. Tapi kalau modelnya citycar, tidak akan berpengaruh,” tandasnya.

Padahal seminggu sebelum adanya musibah banjir, kinerja perdagangan mobil bekas tetap stabil dengan proyeksi penjualan rata-rata 2.300 unit per bulan kendati dibayangi dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah, serta penaikan upah minimum dan tarif dasar listrik mulai berlaku awal tahun ini.

Optimis Penjualan

Herjanto mengatakan optimistis target penjualan rata-rata 2.300 unit per bulan dapat tercapai mengingat selama setengah bulan pertama pada Januari 2013 terjual sebanyak 1.500 unit."Penjualan mobil bekas relatif tidak terpengaruh oleh melemahnya nilai tukar rupiah, karena terbukti dalam 2 pekan trakhir ini terjual sebanyak 1.500 unit, sehingga kami optimistis penjualan pada Januari 2013 dapat menembus 3.000 unit," katanya.

Menurutnya, pengelola dan pedagang mobil bekas di arena Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta optimsitis dapat mecapai target penjualan yang konservatif mencapai rata-rata 2.300 unit perbulan, sebagaimana yang terealisir selama 2012.

Adapun realisasi penjualan mobil bekas pada 2012 berhasil menembus angka 34.000 unit, melampuai targetnya sebanyak 30.000 unit. Untuk itu, pihaknya optimisitis penjualan pada 2013 dapat mencapai 35.000 unit, kendati dengan target awal tahun yang sama.

Dia menjelaskan agen tunggal pemegang merek melalui dielernya telah mengurangi program diskon dan sebagian sudah menaikkan harga, guna mengantisipasi penaikan upah minimum, tarif dasar listrik dan melemahnya kurs rupiah tarhadap mata uang asing.

Namun, lanjutnya, sampai sekarang kinerja penjualan mobil bekas relatif tidak mengalami tekanan tersebut sehingga volume pemasarannya masih tinggi dengan harga yang tidak naik dan cukup memuaskan konsumen.

Sebagai contoh, mobil Avanza produksi 2004 dibandrol Rp90 juta-Rp95 juta per unit dan Xenia/2004 seharga Rp85 juta-Rp90 juta per unit, Jazz/2008 dipasarkan Rp170 juta-Rp175 juta, Inova/2004 dijual Rp135 juta dan Kijang GRX Rp120 juta-Rp125 juta per unit.

Herjanto mengatakan pusat perdagangan mobil bekas WTC Mangga Dua Jakarta telah menjadi rujukan pembeli, termasuk yang berasal dari daerah di luar Jabodetabek, sehingga stoknya sering terbatas tidak dapat memenuhi seluruh permintaan konsumen.

"Namun, kondisi tesebut tidak mengecewakan konsumen, termasuk yang berasal dari daerah di luar Jabodetabek. Mereka tetap berdatangan untuk melihat aneka merek dan tipe kendaraan di banyak konter yang terdapat di WTC Mangga Dua," tagasnya.

Dia mengatakan, prospek penjualan mobil bekas tetap cerah pada 2013 karena tidak terkena kebijakan baru dari otoritas lembaga keuangan konfensional dan syariah mengenai batas minimal uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 30%.

Demikian juga penaikan upah minimum dan tarif dasar listrik serta melemahnya nilai tukar rupiah yang dikhawatirkan akan menekan daya beli konsumen, sehingga agen tunggal pemegang merek khawatir kemampuan belanja kendaraan baru juga menurun.

Namun, lanjutnya, kondisi itu tidak berlaku bagi kinerja perdagangan mobil bekas, yang sesungguhnya hanya sangat sensitif terhadap penaikan harga bahan bakar minyak, terutama penghapusan subsidinya.

BERITA TERKAIT

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Mitsubishi Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik

NERACA   Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…