Rawan Terkoreksi, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin ditutup terkoreksi sebesar 25,51 poin didorong investor yang mengambil posisi ambil untung. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, pelemahan indeks BEI di pengaruhi aksi ambil untung investor, “Indeks BEI ditutup melemah menyusul aksi ambil untung yang dilakukan oleh pemodal dan indeks gagal memanfaatkan momentum positif bursa regional dimana hasil kinerja korporasi di Wallstreet di atas ekspektasi," katanya di Jakarta, Senin (21/1).

Selain itu, lanjut dia, momentum positif lain datang dari paket stimulus Jepang yang merencanakan untuk melakukan penambahan anggaran pembelian aset diperkirakan akan mendorong ekonomi di kawasan Asia.

Disisi lain, dikatakan dia, pasar juga menunggu hasil dari pertemuan menteri-menteri keuangan Uni Eropa pada pekan ini. Dia menambahkan, dari dalam negeri, banjir yang melanda ibukota pada pekan lalu tampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan indeks BEI, “Untuk jangka pendek kami proyeksikan IHSG BEI Selasa akan cenderung bergerak pada pola konsolidasi dengan kisaran 4.420-4.452 poin,”ujarnya.

Asal tahu saja, pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG jatuh 25,510 poin (0,57%) ke level 4.439,974. Sementara Indeks LQ45 anjlok 6,919 poin (0,90%) ke level 760,000. Sektor konsumer mencoba menahan bursa supaya tidak jatuh terlalu dalam berkat aksi beli yang membuatnya naik 1,33%. Sayangnya, koreksi terjadi di tujuh sektor lain sehingga indeks tak kuasa bertahan di zona hijau.

Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 122.673 kali pada volume 4,107 miliar lembar saham senilai Rp 3,943 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 135 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan awal pekan dengan ditutup dua arah, sebagian ke zona merah dan sisanya ke zona hijau. Bursa Jepang anjlok cukup dalam jelang pertemuan Bank of Japan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 39.000 ke Rp 779.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.900 ke Rp 63.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 53.700, dan Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 23.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 40.600, Mandom (TCID) turun Rp 550 ke Rp 10.900, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 21.500, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 16.000.

Koreksi indeks BEI juga terjadi pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 10,419 poin (0,23%) ke level 4.455,065. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,827 poin (0,37%) ke level 764,092.

Aksi ambil untung terjadi di saham-saham bluechip di sektor perbankan, alias saham bank kelas berat. Beberapa saham komoditas juga jadi target aksi jual. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 62.655 kali pada volume 1,940 miliar lembar saham senilai Rp 1,875 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.900 ke Rp 63.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 53.350, dan Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 22.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 40.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 20.700, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 21.850, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 6.700.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 2,04 poin atau 0,05% ke posisi 4.463,47. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,52 poin (0,07%) ke level 766,39, “IHSG BEI setelah menembus level tertingginya dibuka melemah seiring koreksi di bursa regional dan minimnya sentimen positif baru di pasar domestik," kata analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias.

Adrianus Bias menambahkan, beberapa sektor yang telah menguat signifikan sepanjang pekan lalu seperti otomotif, perbankan dan konstrusi diperkirakan cukup rawan aksi ambil untung.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono memproyeksikan, IHSG awal masih akan bergerak dalam trend menguat, “Aliran dana asing diperkirakan masih akan menjadi penggerak indeks BEI pekan ini. Indeks BEI Senin ini diproyeksikan akan bergerak pada kisaran 4.430-4.480 poin,”ungkapnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Senin awal pekan, dibuka menguat 24,26 poin (0,10%) ke level 23.626,04, indeks Nikkei-225 turun 96,35 poin (0,88%) ke level 10.816,95, dan Straits Times menguat 8,86 poin (0,28%) ke level 3.220,08. (bani)

BERITA TERKAIT

Kontrak Anak Usaha Berkurang - Target Bisnis ICON Diproyeksi Terkoreksi

NERACA Jakarta – Proyeksi lesunya bisnis properti tahun depan, menjadi alasan bagi PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) untuk mematok…

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

IHSG Masih Tren Melanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir sesi perdagangan, Rabu (12/12) berbalik melesat naik atau menguat ke…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Optimis Target 7000 Investor Tercapai

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta optimistis mampu meraih target sebanyak 7.000 investor hingga akhir tahun ini seiring dengan berbagai…

Intikeramik Bidik Rights Issue Rp 463,8 Miliar

Cari modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) akan menawarkan sebanyak 3,86 miliar saham baru seri…

Adira Bagikan Hasil Sukuk Rp 7,77 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan hasil sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance…