free hit counter

Membandingkan Harga Kerangka Kayu dan Baja Ringan

Sabtu, 26/01/2013

Jika menyangkut bahan, saat hendak membangun atau merenovasi rumah, sudah seharusnya kita tahu berapa hitungan belanja bahan dan ongkosnya, termasuk belanja untuk membangun kerangka atap rumah.

Sebab, pemilihan bahan jelas, dari kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi dana yang harus disediakan. Mari kita hitung dan bandingkan. Misalnya berbentuk pelana ukuran 4x8 m2, berapa dana yang  harus disediakan untuk memasang kerangka atap berbahan kayu dan berbahan baja ringan.

Dengan atap ukuran 4x8 m2, berarti terdapat tiga kuda-kuda yang ada di dua pinggir dan satu tengah. Untuk membuat tiga kuda-kuda tersebut dibutuhkan sekurangnya 1m3 kayu balok ukuran 8/12. Harga kayu per  meter kubik sekitar Rp3 juta. Selain itu, kita perlu juga kayu kaso 4/6 dan reng 3/, dengan harga sekitar Rp2 juta. Jadi, untuk belanja bahan dan perlengkapannya sekitar Rp 5 juta. Biaya lainnya adalah untuk jasa tukang selama seminggu sekitar Rp1,5 juta.  Jadi total mencapai Rp6,5 juta.

Sedangkan jika kerangka atap itu dibuat dari bahan baja ringan, untuk ukuran 4x8 m2, dibutuhkan bahan baja ringan yang harganya sekitar Rp110 ribu – Rp160 ribu per meter persegi. Untuk bahan membutuhkan dana sebesar Rp5,12 juta. Ditambah ongkos pemasangan, selama 3-4 hari sekitar Rp1juta, jadi total anggarannya sebesar Rp6,12 juta. Dengan demikian selisihnya tak jauh berbeda.

Kendati nyaris sama ongkosnya, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk menjatuhkan pilihan jenis bahan tersebut. Di antaranya, dari aspek lingkungan, baja ringan jelas merupakan pilihan, karena bahannya tak merusak lingkungan. Dari tingkat  ketahanan bahannya, baja ringan di daerah perkotaan lebih dianjurkan. Sebaliknya, jika di daerah pantai, disarankan untuk memakai bahan kayu, sebab baja ringan tak dijamin bebas korosi atau karatan.  Next