BNI Bantu Korban Banjir Rp3 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk menyalurkan bantuan senilai Rp3 miliar untuk meringankan beban korban banjir di beberapa wilayah di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Dana bantuan BNI tersebut diharapkan dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan tanggap darurat para korban.

Bantuan itu disampaikan oleh Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo secara simbolis di Posko Bantuan BNI, Tubagus Angke, Grogol, Jakarta, Jumat (18/1). Disamping menyerahkan dana bantuan tersebut, BNI juga ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi koordinator bantuan bagi korban banjir dari BUMN.

Empat lokasi yang menjadi tujuan pemberian bantuan adalah pertama di Cililitan, tepatnya di RT 02 RW 07 Kelurahan Cililitan Kecil 3, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kedua, Posko Bidara Cina, Jalan Tanjung Lengkong RT 04 RW 07 Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Ketiga, Posko Rawa Buaya di Jalan Zamrud RT 09 RW 010 No. 60 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Keempat, Posko Bendungan Hilir atau Karet Tengsin.

Pada kesempatan yang sama, BNI sendiri menjadi bagian dari korban bencana alam yang sama. Hingga Jumat siang, jumlah outlet yang terkena imbas banjir mencapai 47 lokasi dan anjungan tunai mandiri (ATM) sebanyak 134 unit. Dampak banjir terhadap fasilitas operasional BNI tersebut senilai Rp 5,3 miliar untuk outlet dan Rp 1,1 miliar untuk gangguan terhadap ATM.

“Kerusakan outlet hanya berupa kerusakan fasilitas pendukung, seperti meubel yang terendam banjir. Sedangkan mesin ATM dan uang yang ada di dalamnya sudah kami asuransikan, sehingga dana nasabah tetap aman,” tutur Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi.

Penyebab utama gangguan terhadap outlet adalah rendaman air; terhalang oleh karena jaringan listrik yang mati, atau karena akses ke outlet tertutup banjir. Adapun gangguan terhadap ATM disebabkan oleh terputusnya aliran listrik, terputusnya hubungan telepon dan internet, terendam banjir, serta akses menuju ATM yang terhalang banjir.

“Namun, secara umum, operasional BNI dalam melayani nasabah tidak terganggu oleh bencana banjir ini. BNI telah mengantisipasi dampak banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak November 2012, sehingga imbas terburuk akibat bencana alam ini dapat ditekan seminimal mungkin. Salah satunya adalah dengan menyiapkan perangkat operasional cadangan yang siap digunakan untuk mengoperasikan kembali ATM dan outlet yang terganggu,” ujar Tribuana. [kam]

BERITA TERKAIT

Maybank Sediakan Fasilitas Pinjaman Rp3 Triliun untuk AP II

      NERACA   Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) meningkatkan kemitraan strategis dengan PT Angkasa…

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

TOWR Naikkan Pinjaman Jadi Rp 300 Miliar - Rubah Perjanjian JP Morgan

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan dana ekspansi bisnis, menjadi alasan bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Pantau Kesepakatan Jiwasraya dengan Pemegang Polis

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memantau kesepakatan yang telah dicapai antara PT. Jiwasraya…

Peran Penting Perbankan dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

    NERACA   Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan kehadiran perbankan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di…

Era Digital, Buka Rekening Tak Lagi Punya Buku

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan teknologi dan perkembangan digital yang pesat membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk…