Masa Depan Dunia Pendidikan Online

Perkembangan dunia teknologi memang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan perkembangan serta kemajuan pendidikan Indonesia. Seperti pendidikan online yang kini mulai menyeruak, lantas apa manfaat dan kekurangan tipe pendidikan ini?

NERACA

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, teknologi seperti internet misalnya mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam dunia pendidikan. Bagaimana tidak? sudah satu dasawarsa lebih internet mengubah konsep edukasi di beberapa lini. Buktinya, internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu sebagai media interpersonal dan massa, bersifat interaktif, dan memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.

Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional. Selain itu, Teknologi internet juga dapat menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Sehingga kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan pelosok pun dapat dipersempit.

Sebagai wujud Perhatian dan kesadaran pemerintah tentang pentingnya peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk berbagai aspek pemerintahan semakin tinggi, maka Departemen Pendidikan Nasional telah membangun sebuah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional yang dikenal dengan istilah Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional).

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemendikbud Ari Santoso menuturkan, pemanfaatan TIK untuk kegiatan pembelajaran dan layanan pendidikan ini dimaksudkan agar sekolah-sekolah dapat memberikan layanan pendidikan berkualitas kepada para siswa dan mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan pelosok.

Pada tahun ini, lanjut dia, dana sebesar Rp162 miliar dialokasikan pemerintah dari anggaran pendidikan 2013 yang mengalami peningkatan sekitar 7% menjadi Rp336,8 triliun dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya Rp298 triliun. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memberikan akses internet di zona edukasi di 23 ribu sekolah di seluruh provinsi di Indonesia. Sedangkan bagi sekolah-sekolah yang sudah mampu atau berada di kota besar dipersilakan bisa mengunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk koneksi internet.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jaringan internet yang akan menghubungkan seluruh institusi atau lembaga pendidikan dan sekolah di Tanah Air,” ujarnya.

Program Jardiknas ini cukup beragam. Diantara manfaat Jardiknas ini adalah, sambungan internet di beberapa sekolah dasar, menengah, hingga tinggi. Keberadaan akses internet di sekolah-sekolah ini penting karena digunakan untuk akses pendidikan jarak jauh. Seperti mengikuti pelajaran lewat http://belajar.kemdiknas.go.id. Selain itu, pemanfaatan internet di sekolah-sekolah yang terhubung dalam sambungan Jardiknas lainnya adalah untuk mengunduh buku-buku pelajaran dalam format digital atau Buku Sekolah Elektronik (BSE).

Pada tahun ini pemerintah menargetkan sebanyak 40.000 sekolah sudah terkoneksi dengan internet, sedangkan pada 2014 ditargetkan 100.000 unit sekolah harus mendapatkan jaringan internet.

Kerjasama

Dengan dana sebesar Rp162 miliar yang dialokasikan pemerintah dari anggaran pendidikan 2013, sepertinya dunia pendidikan di Indonesia telah siap untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan perkembangan TIK untuk kepentingan kemajuan pendidikan baik saat ini maupun di masa depan. Sayangnya, dana yang tersedia itu hanya mampu untuk penyediaan jaringan sekolah sekitar 10% dari seluruh lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kemendikbud, yakni 254.000 unit.

Oleh karena itu, demi memberikan akses internet dengan kualitas terbaik pada calon-calon pemimpin bangsa, Kemdikbud RI bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) untuk menyediakan fasilitas paket internet buat siswa dengan menggelar 100.000 titik hotspot di sekolah-sekolah di Indonesia hingga 2013. Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Enterprise & Telkom, M.Awaluddin dan Sekretaris Jenderal Kemendikbud Prof. Dr. Prof. Ainun Na’im, Ph.D, disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh.

Pada tahap awal kerja sama, Telkom memberikan akses Internet terbaik, untuk mengakses konten-konten edukasi, seperti Portal Rumah Belajar dan Kelas Maya dan konten edukasi lain, seperti TV Edukasi yang dimiliki Kemedikbud. Layanan bernama Indischool ini merupakan kepanjangan dari Indonesia Digital School, yaitu akses Wi-Fi yang terbesar di zona edukasi.

BERITA TERKAIT

Pabrik Baru Beroperasi - Tahun Depan, PBID Bidik Penjualan Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Seiring beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus menggenjot kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan…

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

Perkuat Bisnis Unit Link - Tahun Depan, Asuransi Bintang Bidik Premi Tumbuh 25%

NERACA Jakarta – Memanfaatkan penetrasi asuransi yang masih rendah di Indonesia, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menaruh asa di tahun…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…