Kawasan Industri Ngoro Siap Perluas Lahan Industri - Harga Tanah Rp800 Ribu Per Meter Persegi

NERACA

Mojokerto - Kawasan Industri Ngoro (Ngoro Industrial Park/NIP) akan memanfaatkan lahan seluas 160 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp110 miliar hingga Rp130 miliar. General Manager NIP, Wihardi Hosen, mengatakan pihaknya juga menyiapkan dana senilai Rp30 miliar untuk membebaskan 30% lahan optimal yang hingga kini belum sempat terealisasi.

“Anggaran infrastruktur juga kami siapkan sekitar Rp80 miliar sampai Rp100 miliar. Proyek ini diharapkan tuntas lima tahun ke depan. Jadi, total pengembangan Kawasan Industri Ngoro mencapai 600 hektar,” terang Wihardi di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat.

Lebih lanjut dia menuturkan, pada 2013, harga lahan di kawasan tersebut mengalami kenaikan. Pada akhir 2012 saja, harga jual lahan di NIP sebesar Rp700 ribu per meter persegi. Saat ini, kata Wihardi, harga lahannya mencapai Rp800 ribu per meter persegi. Sebagian besar investor berasal dari Jepang, Korea, dan China yang berupaya memperlebar ekspansi di Indonesia.

Tak hanya itu saja. Beberapa pelaku industri asal Jawa Barat juga mulai merelokasi pabrik ke NIP. Dia menambahkan, saat ini pengembangan kawasan industri tersebut sudah mencapai 60%. Adapun lokasi ini banyak dipakai oleh perusahaan dari luar negeri seperti Jepang, Taiwan, dan Korea.

Kini, NIP telah melalui perkembangan tahap kedua. Ke depan, kawasan ini akan terus dikembangkan, yaitu melanjutkan tahap kedua seluas 160 hektar. Targetnya semua itu akan rampung dalam 2-3 tahun ke depan. "Pada tahap pertama yang dikembangkan sebesar 215 hektar, kemudian tahap kedua sebesar 225 hektar," jelas Wihardi.

Mengingat tingginya permintaan pabrik, dia akan mempercepat ekspansi guna memenuhi kebutuhan lahan terhadap kawasan tersebut. Tahun ini, ada lima investor telah mengungkapkan komitmen untuk membangun pabrik di NIP, sebagian besar berasal dari Jepang. Menurut Wihardi, sejumlah investor tertarik menanamkan modal di NIP karena kemudahan akses ketersediaan bahan baku.

Di samping itu, sejumlah investor menilai Mojokerto terbilang daerah dengan situasi ekonomi yang kondusif ketimbang beberapa kawasan industri lainnya di Gresik dan Pasuruan. Ngoro Industrial Park merupakan kawasan industri milik PT Intiland Development Tbk. Kawasan industri ini merupakan kerja sama dengan perusahaan asal Taiwan, Retired Service Engineering Agency (RSEA), yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur.

Ekspansi Intiland di sektor lahan industri di Jawa Timur terdorong oleh terus meningkatnya kebutuhan lahan industri di propinsi itu. Maklum, banyak perusahaan yang melakukan relokasi ataupun ekspansi untuk peningkatan kapasitas produksi, di daerah tersebut. Kawasan industri ini merupakan bagian dari proyek pengembangan Intiland untuk segmen kawasan industri.

Perluasan Pabrik

Tercatat sebanyak 78 investor, baik perusahaan lokal maupun multinasional, yang memanfaatkan lahan NIP. Salah satu perusahaan multinasional yang berinvestasi di Jawa Timur adalah PT Villiger Tobacco Indonesia. Sebuah perusahaan tembakau dan cerutu asal Belanda yang telah berdiri sejak 1888. Arif Budiono selaku Administration Manager Villiger Tobacco Indonesia, menuturkan pihaknya akan memperluas pabrik baru di NIP dengan investasi sebesar US$5 juta.

“Luas lahan pembangunan 7.000 meter persegi. Kita berharap bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat. Hal ini untuk memenuhi tingginya permintaan pasar dari pasar Eropa, terutama Jerman dan Swiss. Sebelumnya kapasitas produksi Villiger sekitar 32-35 juta cerutu per bulan,” ujar Arif.

Investasi US$5 juta ini sudah termasuk pengadaan alat, teknologi, serta komponen produksi lainnya seperti tenaga kerja. Arif juga menjelaskan kalau perusahaan yang berinvestasi di Indonesia sejak 1999 itu menempati lahan NIP di areal seluas 1,5 hektar dengan jumlah 650 karyawan. Villiger adalah perusahaan pembuat cerutu yang seluruhnya di ekspor ke Eropa dalam bentuk trial produksi atau menguji kualitas dan kuantitas produk, sebelum dijual massal.

BERITA TERKAIT

Produsen Pupuk Siapkan Teknologi Padi Lahan Rawa

NERACA Jakarta – Produsen pupuk siap mendukung program Kementerian Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan lebak untuk mengantarkan…

Pemerintah Keluarkan Moratorium Izin Lahan Sawit

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan moratorium izin pelepasan kawasan hutan untuk…

Industri Baja Nasional Didorong Penuhi Kebutuhan Domestik

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu pertumbuhan dan peningkatan kapasitas industri baja di dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Pertanian - Produksi Hortikultura di Pekarangan Perkuat Ketahanan Pangan

  NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian mendorong pemanfaatan pekarangan secara optimal untuk menghasilkan pangan yang cukup seperti cabai dan sayur-sayuran…

Perusahaan Jepang Berminat Rekrut Pekerja RI

NERACA Jakarta – Sedikitnya 20 perusahaan asal Jepang berminat merekrut pekerja asal Indonesia dengan mengikuti Japan Career Expo dan University…

Kualitas Tingkat Rendemen Gula Nasional Perlu Ditingkatkan

NERACA Jakarta – Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan produktivitas gula nasional. Salah satunya adalah perlunya peningkatan nilai…